Terkait Trans Musi, Benci Tikusnya Lumbung Padi Jangan Dibakar
"Kalau benci dengan tikus, Lumbung Padinya Jangan di bakar," ungkap Wijaya yag sehari hari dosen di IAIN Raden Fatah Palembang.
Penulis: Zainal Filiang | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Menanggapi rencana Wali Kota Palembang Romi Herton yang mengancam menutup PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) dan menutup Trans Musi TM, seiring memburuknya kondisi keuangan perusahaan pengelola Transmusi, Drs Wijaya MC MSI, selaku salah seorang yang turut dalam proses berdirinya SP2J dan Trans MUsi berharap itu sebatas motivasi dari walikota agar lembaga ini lebih baik lagi.
Kepada Sripoku.com, Senin (07/10/2013) ia mengatakan, jangan sampai ada kebijakan yang justru akan merugikan semua yang terkait di dalamnya.
"Kita tidak bisa melihat dari pada adanya Trans Musi hanya dari satu aspek saja, kalau pun boleh satu aspek saja, silakan saja kita lihat . Pertama dari aspek ekonomi juga pilosofi mengapa mantan Walikota Eddy Santana Putra menghadirkan Trans Musi, tujuannya agar masyarakat Palembang bisa menikmati angkutan umum transpotasi yang aman, yang nyaman terjangkau dan disiplin. Ketika trans Musi akan hadir banyak mendapat tantangan.
Tetapi berbagai tantangan akhirnya hadirlah Trans Musi, dengan mobil pertama 30 unit dan sekarang sudah mencapai 120 Unit, masyarakat pun sudah menikmati betapa nikmatnya naik Trans Musi. Jika kemudian ditutup, yaa..sangat sangat sedih. Apakah masyarakat tidak berhak menikmati angkutan aman, nyaman, terjangkau dan disiplin," ujar Wijaya yang juga Kepala Pusat Kajian Kebijakan Kebudayaan dan Sosial ini
Namun Wijaya, tidak yakin Walikota Palembang H Romi Herton, akan mengkolepkan, Trans Musi. Sebab jika dikelola dengan baik, angkutan yang sangat menguntungkan sekali dengan adanya dana APBD itu modalnya akan kembali. Angkutan Trans Musi Palembang adalah yang terbaik dari angkutan sama seperti, Jokyakarta, Bandung,Riau, Medan," ungkap Wijaya.
Wijaya berharap kepada walikota, menyerahkan kepada ahlinya."Kalau benci dengan tikus, Lumbung Padinya Jangan di bakar," ungkap Wijaya yag sehari hari dosen di IAIN Raden Fatah Palembang.