Mobil Milik Pejabat Terbakar di Jalinteng

Sebuah mobil Ford Escape terbakar di Jalan Lintas Tengah di Empatlawang diduga karena korsleting listrik.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI - Diduga adanya korsleting, sebuah minibus Ford Escape BG 111 HA terbakar di ruas jalan lintas tengah (Jalinteng) Sumatera, Senin (2/9/2013) sekitar pukul 15.30. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang menjadi perhatian warga ini, namun karena banyak pengendara yang menghentikan kendaraannya, arus lalu lintas yang melalui poros jalan negara tersebut menjadi macet.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mobil milik pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Empatlawang ini tengah parkir di sisi jalan dan ditinggal penggendaranya sejenak. Seketika kepulan asap keluar pada bagian kap mobil. Melihat hal tersebut, warga yang sekitar langsung berusaha melakukan pemadaman seadanya. Warga pun menjadi panik, dikhawatirkan mobil akan meledak, beruntung warga yang berusaha melakukan pemadaman berhasil mendobrak kap, sehingga sumber api dapat disiram. Api pun dapat dipadamkan, walaupun sebagian besar sperpart mobil sudah banyak terbakar.

Satu unit armada PBK dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empatlawang tiba ke lokasi setelah mendapat laporan dari masyarakat tiba setelah api dapat dikuasai. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, namun arus Jalinteng Sumatera menjadi macet dibuatnya. Hal ini dikarenakan pengendara yang melintas menghentikan kendaraan khawatir lewat di sekitar mobil yang terbakar, selain itu ada juga yang sengaja menghentikan laju kendaraan untuk melihat langsung.

"Kami melihat asap mengepul dari dalam mobil, seketika meminta pertolongan. Warga lain pun datang menggunakan ember melakukan pemadaman," ungkap Desy, salah seorang warga.

Sementara, Yudi salah seorang pengendara mengatakan, mobil tersebut adalah milik salah seorang pejabat yang memang telah dijual, namun pembelinya juga seorang pejabat tinggi di Pemkab Empatlawang.

Peristiwa tersebut menyedot perhatian warga dan pengendara. Namun, akibatnya arus lalu lintas menjadi macet. "Semua pengendara pada berhenti, sehingga yang lain terpaksa berhenti. Ya, khawatir juga melintas, ditakutkan mobil meledak," katanya. (wiliam wk)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved