Warga Empatlawang Desak Pelantikan Bupati Empatlawang Ditunda
Front Perjuangan Masyarakat Empat Lawang, mendesak Gubernur Sumsel H Alex Noerdin agar tidak melantik Bupati Empatlawang terpilih.
Penulis: Tarso | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sekitar 800 masa yang mengatasnamakan Front Perjuangan Masyarakat Empat Lawang, berunjuk rasa ke kantor Gubernur Sumsel Selasa (20/8/2013). Mereka datang dari Kabupaten Empat Lawang mendesak Gubernur Sumsel H Alex Noerdin agar tidak melantik bupati terpilih H Budi Antoni Aljufri. Desakan itu mereka sampaikan dalam orasinya di depan pintu masuk teras kantor gubernur.
Koordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa, Aprianto SH kepada Sripoku.com mengatakan, mereka menolak HBA dilantik jadi bupati. Mereka menilai pelaksanaan Pilbup Empat Lawang curang dan terindikasi korupsi dana anggaran.
Massa ini ditemui langsung Asisten III, Ahmad Najib. Kepada massa Ahmad Najib berjanji akan menyampaikan aspirasi warga ke Gubernur Sumsel. "Pak Gubernur sedang menemani tamu dari peserta ISG, aspirasi ini akan saya sampaikan ke gubernur," ujar Ahmad Najib.
Selain mendesak pelantikan HBA dibatalkan, Aprianto dan kawan-kawan juga menuntut agar kasus dugaan korupsi di Empat Lawang harus diproses secara hukum. "Karena menyangkut Pilbup sebab pemakaian dana Rp 6,8 miliar yang dipakai untuk jalan-jalan ke Hongkong itu sudah dilaporkan ke pihak berwajib dan sedang diproses," tegas Aprianto.
Aprianto dan kawan-kawan yang mewakili para pengunjuk rasa kemudian berdialog di Ruang Bina Praja Provinsi Sumsel dengan dua Perwira Menengah Polda Sumsel, yakni Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kombes Pol Raja Hariono dan Direktur Intelijen (Dirintel).