Merasa Dilecehkan, HBA akan Tuntut Para Pendemo
Aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan masyarakat Empatlawang dengan membawa spanduk bergambar HBA yang sudah diedit mengarah kepada pelecehan.
Penulis: Wiliem Wira Kusuma | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI - Menyikapi aksi demonstrasi oleh pihak Joncik Muhammad-Ali Halimi (JONLI) yang telah dilakukan di Jakarta dan berlanjut di Palembang, Selasa (20/8/2013), Bupati Empatlawang, H Budi Antoni Aljufri akan menuntut balik. Pasalnya, aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan masyarakat Empatlawang dengan membawa spanduk bergambar dirinya yang sudah diedit mengarah kepada tindakan pelecehan.
"Apalagi foto yang diedit tersebut menggunakan pakaian dinas PDU, artinya mereka sudah melecehkan pakaian kedinasan. Selain pelecehan pribadi juga sudah melecehkan seragam milik negara," ujarnya.
Dikatakannya, pada hakikatnya unjuk rasa adalah hak mereka, tapi sangat disayangkan, karena cara mereka menyampaikan dengan membawa gambar yang dirubah bentuknya dengan kesan mencaci atau menghina. Mengatasnamakan masyarakat Empatlawang bukan hal yang tepat, karena tidak semestinya melakukan sesuatu hal untuk kepentingan golongan atau seseorang dengan mengatasnamakan masyarakat Empatlawang keseluruhan.
Selain itu, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan Bupati-Wakil Bupati Empatlawang terpilih. "Seragam negara, bukan untuk dipermainkan, karena merupakan pakaian resmi. PDU itu sendiri dipakai pada hari-hari tertentu, seperti upacara kemerdekaan, artinya bersifat sakral," jelasnya.
Ditegaskannya, masalah sengketa Pilkada sudah selesai, keputusan MK yang menghitung ulang sangat transparan, sehingga hasil keputusan benar-benar hasil perolehan Pilkada. Dari
"Jangan terkesan adanya indikasi kecurangan, itulah yang harus diclearkan, karena MK berpihak yang benar. Perhitungan tidak dilakukan tertutup, bahkan dunia mengakses persidangan, tidak hanya masyaralat Empatlawang," jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya, pasca putusan MK, masyarakat jangan lagi gonjang ganjing masalah Pilkada, sebaiknya melaksanakan kembali melaksanakan aktivitas keseharian masing-masing. Hal yang terpenting sekarang ini masyarakat kembali bersatu untuk membangun Empatlawang.
"Pada prinsipnya kita bangun bersama Empatlawang untuk lebih maju dengan melanjutkan pembangunan yang telah ada. Masyarakat harus cerdas menyikapi hal ini, jangan hanya percaya dengan apa yang dikatakan salah satu pihak, tetapi lebih dianalisa agar tau mana pihak yang benar dan mana yang salah," katanya.