Sanjo Berujung Maut
Empat Jam Ngobrol Berakhir Diujung Parang
Saat itu Dawan sempat mengeluhkan listrik yang digerakan dari turbin sering hidup mati.
Penulis: Leni Juwita | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, BATURAJA - Tak disangka Firdaus bin Burhani (41) akan tewas diujung parang Dawan dan Elwani. Padahal ketiganya selama ini hidup rukun bertetangga di Desa Tanjungkurung Kecamatan Kasuy, Lampung Wayakanan.
Seperti dituturkan Dawan (tersangka yang sudah menyerahkan diri ke Polres OKU), dirinya (asal Batukuning Kecamatan Baturaja Barat) dan Firdaus (warga Pengaringan Kecamatan Semidangaji) serta Elwani (asal Desa Panggal Kecamatan Semidangaji) sama sama merantau ke Lampung Waykanan untuk berkebun kopi.
Pada malam nahas, tepatnya empat hari setelah hari raya Idul Fitri, Firdaus sanjo (bertamu) ke rumah Dawan. Saat itu ada juga Elwani. Ketiganya lalu bersalam-salaman karena masih dalam suasana lebaran. Hingga larut malam Firdaus, Dawan dan Elwani ngobrol tentang kehidupan dan bertukar pikiran soal bagaimana supaya hasil kebun bisa meningkat untuk meningkatkan kesejahtraan keluarga.
Menurut pengakuan tersangka Dawan, saat itu dirinya sempat mengeluhkan listrik yang digerakan dari turbin sering hidup mati. “Apo ado yang nyolokan magicom sehingga kelebihan pemakaian,” kata Dawan mengulang pembicaraan saat itu.
Rupanya Firdaus tersinggung, terang Dawan. Kemudian terjadi adu mulut yang puncaknya terjadi peristiwa berdarah sehingga Firdaus tewas. Setelah membacok rekannya, Dawan dan Elwani kabur namun tidak kembali ke rumah. Setelah beripikir pikir akhirnya tersangka menyerahkan diri.