Mudik Lebaran 2013
Pemudik di Muaradua Sepi
Pantauan di Terminal Tipe B Muaradua, suasana masih terlihat seperti hari-hari biasa dan tak tampak antrean panjang penumpang.
Penulis: Refli Permana | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUARADUA - Jelang Hari Raya Idul Fitri, sebagian umat muslim di Sumatera Selatan memanfaatkannya untuk pulang kampung. Namun, jika di tempat lain suasana arus mudik cukup ramai, tidak demikian halnya dengan di Muaradua, OKU Selatan.
Pantauan di Terminal Tipe B Muaradua, suasana masih terlihat seperti hari-hari biasa. Tak tampak antrean panjang warga di depan loket travel atau pun bus. Hanya ada sebagian warga yang hendak pergi ke Palembang dan Lampung.
Dikatakan salah satu sopir travel di Terminal Tipe B Muaradua, suasana mudik menjelang hari lebaran di Muaradua memang tidak seramai di daerah lain. Malahan, beberapa kali sopir travel dan bus terpaksa mengantar penumpang ke Palembang meski travel yang dikendarai tidak dipenuhi penumpang.
"Kadang hanya lima penumpang yang saya antar ke Palembang. Kalau tidak memikirkan pekerjaan, sudah saya tinggalkan," kata Riadi, sopir travel merk Batang Hari Wisata (BHW).
Dilanjutkan Riadi, penumpang dari Palembang yang justru banyak pulang ke Muaradua dan sekitarnya. Sebab itu, ia bisa merasa tenang karena saat mengantar penumpang ke Muaradua, travel yang ia kendarai bisa dipenuhi penumpang.
Untuk ongkos travel, karena adanya tuslah, ongkos travel dari Muaradua ke Palembang dan sebaliknya Rp 80 ribu. Sebelum adanya tuslah, tepatnya beberapa saat kenaikan harga BBM, ongkos travel masih Rp 70 ribu.
"Sebenarnya, ongkos tidak terlalu berpengaruh. Yang mudik ke Palembang memang sedikit karena hanya dilakukan mereka yang kerja di sini," kata Riadi.
Sepinya pemudik di terminal selaras dengan suasana di jalan protokol yang ada di Muaradua. Jalanan masih tampak sepi dan hanya beberapa travel dan bus AKDP melintas di jalanan protokol. Suasana seperti ini diduga akan terus bertahan hingga H-1 hari lebaran nanti.