Update SFC
Kalah, SFC Kambinghitamkan Wasit
Head Coach SFC, Kas Hartadi secara terang-terangan mengecam kinerja wasit yang tidak profesional.
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wasit sepakbola ibarat polisi di lapangan hijau. Peran wasit bisa sangat sentral sebab kualitas sebuah pertandingan bisa dipengaruhi oleh kepemimpinan sang pengadil. Untuk itu wasit dituntut untuk menjadi seseorang yang tegas dan teguh pada keputusannya. Segala keputusan wasit tak bisa diganggu gugat dan dipengaruhi para pemain di lapangan.
Namun, realitanya di kompetisi sepakbola Indonesia khususnya Indonesia Super League (ISL), kepemimpinan wasit kerap menimbulkan pertanyaan dan keluhan. Tidak mengherankan jika harga diri dan wibawa wasit di Negeri ini, seolah sangat murah nilainya.
Ada semacam hukum tak tertulis yang membuat wasit di Indonesia seringkali sulit bersikap dan bertindak adil. Dimana tuan rumah harus selalu menang. Agar maksud tersebut tercapai, seringkali kali muncul kecurigaan adanya konspirasi antara tuan rumah dengan wasit.
Seperti pada laga SFC versus Persija di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (27/7/2013) malam kemarin, Head Coach SFC, Kas Hartadi secara terang-terangan mengecam kinerja wasit yang tidak profesional. Pelatih asal Solo, Jawa Tengah ini merasa setiap keputusan wasit di lapangan selalu saja merugikan timnya dan sebaliknya malah menguntungkan tuan rumah.
Puncaknya adalah ketika salah satu pemainnya, Lee Dong Won yang berusaha membantu serangan mendapatkan kesempatan emas di dalam kotak penanti, tapi gagal dituntaskan karena mendapat gangguan dari pemain lawan. Hanya insiden yang dianggapnya sebagai pelanggaran murni itu sayangnya tidak diganjar dengan hadiah penalti.
“Pelanggaran terhadap Lee sangat jelas sekali. Seharusnya kita dapat hadiah penalti pada menit-menit akhir itu,” katanya Kas.