Ujian Nasional

Semangat Ikut UN Meski Fisik Lemah Karena Talasemia

Meski menderita Talasemia, namun semangat Hevita Sari (17), pelajar SMA PGRI Muaraenim jurusan IPS mengikuti UN cukup tinggi.

Tayang:
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUARENIM - Meski divonis menderita penyakit langka Talasemia dan fisiknya lemah, namun Hevita Sari (17), pelajar SMA PGRI Muaraenim jurusan IPS cukup semangat dalam mengikuti Ujian Negara (UN).

"Aku ingin jika lulus melanjutkan kuliah. Kalau jurusan belum tau," ujar dara mungil saat ditemui Sripoku.com.

Menurut anak sulung pasangan Baharudin dan Evi, orangtuanya adalah petani dan tinggal di Kayu Agung, OKI. Di Muaraenim ia tinggal dan di sekolahkan oleh pamannya. Dituturkannya, ia divonis menderita kanker darah sejak bayi berumur dua tahun. Semenjak itu, ia harus tambah darah (cuci darah) di RSMH Palembang minimal satu bulan sekali. Sebab jika tidak tubuhnya akan lemas.

"Biasanya melihat kondisi saya, jika sudah lemah baru tambah darah. Dan Alhamdulilah semuanya gratis, saya sangat terbantu," ujarnya.

Untuk bulan ini, kata Hevita, ia belum tambah darah, rencananya usai UN, baru akan ke Palembang tambah darah. Setiap tambah darah, ia biasanya minta izin selama satu minggu di sekolah. Alhamdulilah pihak sekolah mengizinkannya.

Selain itu, meski kondisi sakit namun tetap belajar terutama ketika menghadapi UN. "Kalau sedang tambah darah itu satu minggu di rumah sakit. Rasanya sakit, Pak," katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA PGRI Rahayu Marlinda menyatakan anak didiknya biasa-biasa saja dan tidak ada perlakuan istimewa dari pihak sekolah. Namun jika berobat kita berikan kompensasi selama berobat sebab penyakitnya memang langka dan serius.

"Dari awal masuk memang orangtuanya sudah kasih tahu kita, dengan kondisi anaknya. Karena anaknya semangat kita berikan kesempatan," ujar Kepsek.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved