Citizen Journalism
Tari Daerah akan Tetap Selalu Ada
Tari daerah ada dan akan selalu ada seperti yang menjadi prinsip dari Dewi Paramita.
Editor:
Soegeng Haryadi
PALEMBANG - Tari daerah ada dan akan selalu ada. Itulah yang diucapkan oleh Dewi Paramita (20) mahasiswi Universitas PGRI Palembang semester enam jurusan Sendratasik yang sekaligus juga seorang penari daerah.
Dia berpendapat, dengan tetap adanya tarian daerah seorang penonton akan terhibur dengan tarian dan keindahan gerak dari tubuh seorang penari.
Sekarang menurutnya telah banyak dikenal berbagai jenis tarian modern dari luar negara Indonesia yang pastinya akan mengakibatkan tergesernya budaya bangsa bahkan banyak. Dan tidak sedikit anak muda yang menggemari tarian modern tersebut.
Sebagai seorang penari dan cinta terhadap budaya bangsa Indonesia, Mita berharap akan selalu ada tiap sekolah dan tempat belajar lainnya yang selalu memperkenalkan tradisi daerah, bagaimana sejarah tari daerah bisa terbentuk agar selalu tetap dipertahankan kelestariannya dan tidak mudah diadopsi bahkan dijadikan hak cipta oleh bangsa lain, seperti karya-karya budaya Indonesia yang telah dijadikan hak cipta oleh bangsa lain.
Walaupun banyak anak muda yang mengikuti berbagai jenis tarian modern yang mengakibatkan bergesernya budaya bangsa, namun sekarang masih banyak sanggar-sanggar tari yang berdiri dan terus mencetak penari daerah yang berkualitas bahkan jumlahnya pun tidak sedikit.
Selain itu ada juga stasiun-stasiun televisi yang yang masih terus memberitakan tentang adat budaya suatu daerah yang ada di Indonesia, termasuk juga tentang tarian daerah. Oleh karena itu sebagai seorang mahasiswa Mita selalu optimis kalau tarian daerah ada dan akan tetap selalu ada, karena di dalam tarian daerah tersebut bukan hanya sekedar gerakan semata yang tiada arti, tetapi dalam tiap gerak yang dilakukan memiliki arti dan ritual yang khusus dan penting bagi setiap penari maupun penontonnya.
Penulis:
Gustami
Mahasiswa Stisipol Candradimuka Palembang
Jurusan Komunikasi