Sopir Truk Enam Hari Tertahan di Pelabuhan 35 Ilir Palembang
Sopir Truk Enam Hari Tertahan di Pelabuhan 35 Ilir Palembang
Penulis: Eko Adiasaputro | Editor: Hendra Kusuma
Sebagian tidur di dalam mobil, sebagian lain berbaring di bawah pepohonan. Mereka tidak punya pilihan lain kecuali menetap, tidur dan makan di sana sampai ada kepastian berangkat.
Dikonfimasi mengenai kondisi yang terjadi, Kepala Pelabuhan 35 Ilir Palembang A. Ansyori menjelaskan, keberadaan truk yang terparkir di pelabuhan tersebut masih tergolong normal. Kalaupun ada sejumlah truk yang belum bisa menyeberang, itu karena kapal yang beroperasi memang kurang. Sebab, dari delapan armada yang ada hanya empat kapal yang beroperasi.
“Jadi dalam sebulan ini tiga kapal kita masih dalam perawatan secara bergantian. Nah kebetulan yang satu lagi diperbantukan. Tapi kita sudah mendapat konfirmasi, dalam seminggu ini kapal yang diperbantukan akan kembali,” katanya.
Menurut Ansyori, pihaknya sudah berkoordinasi dalam sebuah rapat bersama sejumlah petugas pelabuhan. Ia memastikan, sore kemarin akan ada tambahan satu armada kapal Srikandi Nusantara yang sudah selesai menjalani perawatan. Dengan begitu, antrean kendaraan yang ada akan tuntas dalam satu atau dua hari ini.
“Saya kita tidak ada masalah dengan antrean itu. Jadi kendalanya memang murni karena ada beberapa kapal yang dalam perawatan,” tandasnya.
Dimintai tanggapan tentang kondisi yang terjadi, Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang A Novan mengaku belum mengetahui secara langsung kondisi di lapangan terkait adanya antrean truk di Pelabuhan 35 Ilir ini. Termasuk adanya keluhan para sopir mengenai pungli atau calo tiket.
Untuk memastikan kebenarannya, pihanya perlu mendapat konfirmasi dengan pihak pelabuhan atau Dishub Kota Palembang. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk menyelidiki kebenarannya.
“Jujur saja saya belum melihat secara langsung kalau ada antrean. Apalagi kalau ada truk yang sudah seminggu di sana. Kita akan lihat ke lapangan dalam waktu dekat,” ujarnya singkat.
Tanggapan berbeda dikemukakan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel Taufik Husni. Ia menilai, selama ini Pelabuhan 35 Ilir memang tidak pernah mau berubah. Baik dari sisi pelayanan maupun fasilitas yang ada. Menurutnya, jika ada keluhan mengenai kebobrokan pelabuhan ini, itu bukan hal baru. Karena sudah berlangsung sejak lama.
Namun, mencermati kondisi yang terjadi saat ini, menurutnya Dishub Kota maupun Dishub Provinsi Sumsel harus bertanggung jawab terhadap kerugian konsumen. Sebab, akibat sistem yang tidak baik dan pelayanan yang tidak profesional, bukan hanya sopir yang dirugikan melainkan pemilik barang yang dibawa.
“Harusnya Dishub bertanggung jawab soal ini. Mereka tidak hanya rugi soal materi, tetapi juga rugi waktu. Tapi memang begitulah pelabuhan ini, tidak pernah mau berusaha memperbaiki kualitas maupun pelayanan,” ujarnya.
• Sekitar 21 truk pengangkut barang tertahan di Pelabuhan sejak sepekan lalu.
• Umumnya kendaraan dalam wilayah Sumsel dan membawa barang konstruksi.
• Tigat dari delapan kapal yang tersedia tidak beroperasi karena dalam
perbaikan.
• Satu kapal diperbantukan ke Balik Papan.
• Sejumlah sopir mengeluh karena sudah seminggu berada di sana.
• Belum tahu kapan kepastian berangkat.
• Pihak pelabuhan menjanjikan tambahan kapal sejak sehari lalu.
• Konsumen yang mengalami masalah dapat menghubungi Polsekta IB 2 di
0711352973. Atau pihak pelabuhan di 0711440837.
• Dishub harusnya bertanggung jawab terhadap pelayanan konsumen.
• Komisi II DPRD Kota Palembang segera lakukan Sidak