KTS Ajarkan Para Istri Layani Hasrat Seksual Suami seperti Pelacur
Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang tapi bukan menyamakan seperti pelacur
Penulis: Arief b Rohekan | Editor: Sudarwan
Lebih lanjut Gina mengatakan, dalam Global Ikhwan dan KTS, pihaknya mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian.
Begitu pula pola didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang taat kepada Allah.
Ada praktik membimbing salat. Kemudian diajarkan bagaimana berumahtangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan suami-istri yang menurut tata cara aturan.
"Tapi, tampaknya orang sangat tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks ditutup. Tabu. Padahal, dalam Islam ada kok dan halal," tukasnya.
Sementara salah satu pria yang tidak mau namanya disebutkan dan beristrikan tiga, mengatakan, selama ini mereka bisa hidup rukun serumah dengan istri-istrinya dengan berlaku adil, dan pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai pemimpin. Itu kuncinya.
"Adil yang paling tinggi adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama dari suami, kita harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya,"ucapnya dengan bahasa melayu.
Dalam kesempatan itu juga, Yayasan Global Ikhwan cabang Palembang selain meresmikan KTS di Palembang, juga meresmikan Rumah Amal Permata Hati yang beralamat di Jl Gubernur H A Bastari Perumahan TOP Blok A15 No 14 Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang ulu (SU) I Palembang.
Rumah amal ini ialah rumah amal kebajikan (sosial) yang memberikan pembelaan, didikan dan kasih sayang golongan asnaf zakat (yatim, piatu, fakir, miskin, ibnu sabil, fi-sabiilillah).