KTS Ajarkan Para Istri Layani Hasrat Seksual Suami seperti Pelacur

Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang tapi bukan menyamakan seperti pelacur

Tayang:
Penulis: Arief b Rohekan | Editor: Sudarwan
KTS Ajarkan Para Istri Layani Hasrat Seksual Suami seperti Pelacur - KTS.JPG
SRIPOKU.COM/ARIEF BR
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Deklarasi Klub Taat Suami (KTS) yang dicanangkan oleh Kelompok Global Ikhwan di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis ( 9/2), memperkenalkan seks suci Islam kepada masyarakat luas.

Menurut Ketua KTS Indonesia, Dr Ing Gina Puspita, didampingi Konsultan KTS Aisyah Ghofur dan Ketua KTS Palembang, Muntaz Zein, masyarakat sekarang masih banyak yang belum mengerti tentang seks suci Islam selama ini.

Gina menekankan untuk melakukan seks dalam pernikahan bukan di luar nikah. Selama ini banyak kejadian aborsi di luar nikah dan pelacuran yang jelas dilarang dalam agama.

"Di Indonesia kasus aborsi terdapat sekitar 2,5 juta kasus per tahun. Dan ini karena perbuatan seks bebas," katanya kepada Sripoku.com.

KTS sendiri merupakan kelompok menghalalkan poligami. Pria yang memiliki keistimewaan bisa menikah lagi merasa mendapat angin segar dengan ajaran klub ini. Istri selayaknya harus menaati suami, termasuk ketika suaminya menikah lagi.

"Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara mendidik suami, mendidik istri, dan anak-anak. Kami membagi bagaimana melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?," ujar Gina.

Namun Gina juga membantah jika klubnya selama ini banyak juga yang menolak terutama para istri dan kalangan feminis yang memandang klub ini telah merendahkan perempuan.

"Ini hanya dari media saja yang mengatakannya, tapi kenyataannya belum pernah kami melihat ada penolakan langsung atas klub ini selama berdiri di Indonesia," ungkap istri pertama dari empat istri yang suaminya bekerja di salah satu PTS di Jawa.

Ditambahkan Gina, KTS mengajarkan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan.

"Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan menyamakan seperti pelacur," ujar Gina
yang menjabat sebagai Ibu Global Ikhwan untuk wilayah Sumatera I.

Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi yang pernah mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.

Saat berdiri pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa lantaran dianggap sesat oleh Pemerintah Malaysia dan akhirnya berubah lagi menjadi Global Ikhwan.

Pusat perkumpulan ini sekarang berada di Haramain (Tanah Suci) Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun berada di Malaysia.

Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia, Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia.

Anggotanya diprediksi mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina memperkirakan ada 500 keluarga.

Sementara di Palembang, Gina mengatakan hingga sekarang anggotanya diprediksi sudah berada sekitar 300-400 jiwa.

Lebih lanjut Gina mengatakan, dalam Global Ikhwan dan KTS, pihaknya mengajarkan paling tidak ada satu paket seperti halnya Rasulullah mengajarkan salat setelah sebelas tahun kenabian.

Begitu pula pola didikan yang ada dalam Global Ikhwan ini, terutama kepada orang yang taat kepada Allah.

Ada praktik membimbing salat. Kemudian diajarkan bagaimana berumahtangga. Dan memang ada pengenalan tentang hubungan suami-istri yang menurut tata cara aturan.

"Tapi, tampaknya orang sangat tertarik tentang hal itu karena sebelumnya pendidikan soal seks ditutup. Tabu. Padahal, dalam Islam ada kok dan halal," tukasnya.

Sementara salah satu pria yang tidak mau namanya disebutkan dan beristrikan tiga, mengatakan, selama ini mereka bisa hidup rukun serumah dengan istri-istrinya dengan berlaku adil, dan pernikahan rukun, karena semua mengambil Tuhan sebagai pemimpin. Itu kuncinya.

"Adil yang paling tinggi adalah meletakkan Allah sebagai Tuhan. Dalam konsep adil yang utama dari suami, kita harus bisa menempatkan Allah sebagai Tuhannya. Bila itu sudah dapat, pernikahan akan bahagia dengan sendirinya,"ucapnya dengan bahasa melayu.

Dalam kesempatan itu juga, Yayasan Global Ikhwan cabang Palembang selain meresmikan KTS di Palembang, juga meresmikan Rumah Amal Permata Hati yang beralamat di Jl Gubernur H A Bastari Perumahan TOP Blok A15 No 14 Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang ulu (SU) I Palembang.

Rumah amal ini ialah rumah amal kebajikan (sosial) yang memberikan pembelaan, didikan dan kasih sayang golongan asnaf zakat (yatim, piatu, fakir, miskin, ibnu sabil, fi-sabiilillah).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved