Kiat Mendapatkan Ayam Serama Berkualitas
Memelihara ayam serama, sama halnya seperti memelihara ayam kampung, justru lebih simpel dan tidak ribet.
Penulis: Iswahyudi | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Memelihara ayam serama, sama halnya seperti memelihara ayam kampung, justru lebih simpel dan tidak ribet. Namun, tidaklah mudah untuk mendapatkan ayam serama yang berkualitas.
Salah seorang penangkar ayam serama dari Baladewa Serama Farm, Mohammad Bernie (41) menuturkan, tidak seluruh indukan yang berkualitas juara, menghasilkan keturunan yang sama dengan induknya.
"Ada banyak faktor mendapatkan keturunan yang berkualitas, bisa dari indukan dan metode perawatannya," jelas Bernie saat disambangi Sripo di rumahnya Jl Baladewa No 28, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat 1, Jumat (10/2/2012) siang ini.
Menurut Bernie, indukan yang bagus dan juara, hanya sedikit memiliki keturunan yang sama kualitasnya. Ia mencontohkan, jika indukan jantannya memliki tubuh yang bagus dan mempunyai tarikan pada bagian dada dan lehernya menyerupai huruf S, maka anaknya juga belum tentu bisa seperti itu.
"Kalaupun ada, bisa dapatkan dari beberapa keturunannya dan harus dirawat dengan khusus agar bentuknya tetap dan tidak berubah," jelasnya.
Selain indukannya, proses perkawinan dan pengeraman telur ayam serama, juga tidaklah mudah. Menurut Bernie, dalam mengawinkan ayam serama, harus dibantu manual menggunakan tangan yang dinamakan "dodokan".
Bernie menuturkan, kecilnya tubuh ayam, akan membuat kesulitan saat melakukan penetrasi. Sehingga, ayam betina harus dipegang.
Selain itu, menurut Bernie, telur ayam serama tidak bisa menetas semuanya. Ia mencontohkan, dari tujuh sampai sembilan telur ayam serama, kemungkinan menetas bisa dua sampai tiga butir telur.
"Kan ayam serama itu, kalau bertelur, tidak langsung mengerami telurnya. Ayamnya baru mau mengeram, setelah telur keempat atau kelima. Sehingga, telur sebelumnya tidak bisa dieramkan, karena tidak akan jadi," ujarnya.
Selain itu, lanjut Bernie, banyaknya telur yang akan dieramkan, tidak bisa dieramkan semua oleh induknya.
"Bagusnya itu, tiga sampai lima telur. Karena, panas tubuh induknya bisa terbagi rata pada telur tersebut. Selain itu, badannya yang kecil, tidak bisa mengerami telur lebih dari itu," jelasnya.
Sedangkan untuk menggunakan mesin penetas menurutnya, sedikit susah dan harus sedikit ribet. Apalagi, suhu terkadang tidak stabil dan haru selalu dipantau. Ia menyarankan, lebih baik menggunakan indukan untuk mengerami telur hingga menetas.
Namun menurut Bernie memelihara ayam serama tidak memerlukan tempat yang luas jika untuk diternakkan. Apalagi untuk pakannya, tidak terlalu banyak dan lebih simpel dalam perawatannya.
"Yang terpenting, harus selalu dijaga kebersihannya, makan teratur dan selalu mendapatkan sinar matahari. Kesabaran dalam memelihara, juga penting," jelasnya.
Sebagai penghobi dan peternak sejak tahun 2004, Bernie mengaku, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari hobi tersebut. Menurutnya, ia bisa mendapatkan banyak teman dan relasi yang memiliki hobi yang sama.
Selain itu, harga ayam serama yang dihasilkan dan dijual, cukup menjanjikan secara ekonomi bagi keluarganya.