Menikmati Perjamuan Ala Tionghoa

DALAM masyarakat Tionghoa, menikmati makanan di meja bundar dalam perjamuan sederhana atau dikenal "Cia To"

Tayang:
Penulis: Iswahyudi | Editor: Hendra Kusuma
zoom-inlihat foto Menikmati Perjamuan Ala Tionghoa
SRIWIJAYA POST/ZAINI
CIA TO --- Sejumlah tamu undangan yang kebanyakan warga Keturunan Tiongoa menikmati hidangan perjamuan sederhana di meja bundar atau Cia To, ketika menghadiri pesta resepsi Pernikahan anak dari Cik Ellis di Hotel Horison beberapa waktu lalu. Cia To merupakan salah satu Perjamuan sederhana di meja Bundar yang biasanyan untuk 6 hingga 12 orang bagi warga Tionghoa. Sriwijaya Post/Zaini (01/01/2011
DALAM masyarakat Tionghoa, menikmati makanan di meja bundar dalam perjamuan sederhana atau dikenal "Cia To", dilakukan pada acara pernikahan dan ulang tahun. Banyaknya makanan yang disajikan, harus dinikmati cukup lama dan sabar menunggu

Menurut pengamat kebudayaan masyarakat Tionghoa, Chandra Husein, Cia To merupakan salah satu kegiatan perjamuan makan sederhana.

"Perjamuannya diadakan pada pesta pernikahan dan pesta ulang tahun orangtua atau orang dewasa yang sudah menikah," ujarnya via telepon, Jumat (16/12/2011).

Ia menuturkan, meja bundar berarti sempurna dan disukai oleh masyarakat Tionghoa. "Bumi kan bundar, bulan dan matahari juga. Kalau bundar, semuanya duduk bersama, rata. Berbeda kalau duduk di meja persegi," jelasnya. Selain itu, menurut Chandra, fengshui dari meja bundar saat makan, sangat bagus sekali.

Pada meja bundar perjamuan Cia To, terdiri dari beberapa kursi untuk tamu dari 6 orang, 8 orang, 10 dan 12 orang pada satu meja, tergantung besar kecilnya meja tersebut. Untuk makanan
dihidangkan secara bertahap dan berbeda-beda. "Biasanya ada delapan sampai sembilan jenis makanan yang dihidangkan. Kalau delapan itu artinya rejeki dan sembilan artinya angka yang
tersbesar, semuanya baik," ujar Chandra.

Namun menurutnya, untuk masyarakat asli Di RRC, menu yang disajikan bisa berjumlah belasan menu. Chandra Husein menuturkan, semuanya tergantung dengan si pemilik hajatan tersebut.  Untuk menu di Indonesia, menurut Chandra, biasanya dihidangkan makanan berupa sup, menu daging dan ikan, ayam serta buah-buahan. Sedangkan untuk pesta ulang tahun, menu mie pasti selalu dihidangkan agar mendapatkan umur yang panjang.

Tergantung ekonomi
walaupun dinamai perjamuan makan sederhana atau cia to, dana yang dikeluarkan ternyata tidka sedikit. Untuk satu mejanya saja menurut Chandra Husein, dimulai dari harga Rp 1,5 juta© Rp 3 juta. "Jadinya, hanya masyarakat Tionghoa yang berasal dari kalangan menengah ke atas saja yang melakukan jamuan cia to itu," jelasnya. Saat ini, banyak hotel dan restauran di Palembang yang sudah menyediakan paket satu mejanya dan bisa dipilih oleh konsumen.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved