Mengenal Electric Power Steering II
Peranti peringan putaran setir yang ditemukan Frederick William Lanchester di Inggris pada 1902 itu, pertama kali digunakan massal di mobil pada 1951
SRIPOKU.COM - Peranti peringan putaran setir yang ditemukan Frederick William Lanchester di Inggris pada 1902 itu, pertama kali digunakan massal di mobil pada 1951 di Chrysler Imperial. Saat itu kebutuhan akan peranti setir yang ringan digunakan saat parkir.
Berita Lainnya: Mengenal Electric Power Steering I
Kebanyakan power steering menggunakan sistem hidraulis untuk memutar roda mobil. Tekanan hidraulis dibuat oleh gerotor atau pompa rotari yang bersumber dari tenaga puli dari putaran mesin.
Piston hidraulis yang bekerja dua arah, memberi tekanan pada gir setir, yang aliran fluidanya diatur oleh katup yang bekerja berdasarkan putaran setir, makin besar katup membuka makin banyak aliran fluida untuk menggerakkan roda, sehingga beban kemudi pun makin ringan.
Kecepatan mempengaruhi Berat Setir
Seorang ahli power steering pernah berkata, “Paling gampang membuat setir hidraulis ini jadi ringan, namun kalau sudah ringan, susah dibikin berat kembali,†ujar Mudarin dari MW Power Steering kala itu.
Setir terlalu ringan kala kecepatan tinggi, tentu akan berbahaya, oleh pabrikan sempat dibuat sistem yang bisa disesuaikan dengan kecepatan. Meski tidak murni menerapkan sensor kecepatan Citroen sempat memroduksi DIRAVI, yang memiliki sistem antitekan, sehingga setir tetap berada pada posisi normal, ketika sudah diputar ke kanan atau ke kiri.
Efeknya, setir akan kembali berada di tengah sesuai kecepatan mobil. Pada kecepatan rendah tekanan balik kemudi sangat kecil sehingga setir mudah dibelokkan. Pada kecepatan tinggi hanya sedikit ‘ruang gerak’ setir yang ringan. Jika sudut terlalu besar akan berat.
Namun, dengan teknologi sekarang, power steering bisa membuat putaran setir pun makin berat. Wah, melenceng dari prinsip awal yang memberi bantuan pada pengemudi meringankan putaran setir dong?
Tentu dengan adanya bantuan lain. Seperti penggunaan peranti elektronik. Dibuatlah sistem hidro-electro power steering, dari sini berbagai keuntungan bertambah dari sistem peringan kemudi ini.
Salah satunya, setir bisa diatur tingkat ringan-berat putarannya.
Semuanya disesuaikan dengan kecepatan tunggangan yang sedang melaju. Saat berjalan pelan atau sedang parkir, maka setir sangat ringan dan akan bertambah berat seiring meningkatnya kecepatan.
Perkembangan terkini adalah Electronic Power Steering, pertama kali digunakan pada Honda NSX 1990 dan Honda S2000 1999. Dari sana berkembang lagi sistem yang memberikan hasil lebih bervariasi.
Variable Gear ratio Steering (VGS) digunakan pada Honda S2000 tipe V pada tahun 2000. Merek lain pun menggunakan sistem sama, termasuk BMW yang menamakan Active Steering pada produknya.