Inilah Akibat Buruk Saat Mau Tidur Nyalakan Kipas Angin, Bangun Pagi Bisa Merasa Lelah

Banyak orang suka menggunakan kipas angin selama tidur karena membantu membuat mereka tidur lebih baik. Namun membiarkan kipas menyala sepanjang mala

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Ilustrasi - Suasana pembelian kipas angin di Jayaraya Solution. 

SRIPOKU.COM - Tidur di malam hari kadang terasa sulit. Beberapa orang merasa susah tidur tanpa lingkungan yang sejuk dan tenang.

Bagi kebanyakan orang yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia, hampir tidak mungkin membayangkan kehidupan sehari-hari tanpa peralatan dan gadget tertentu, seperti kipas angin.

Bahaya Gunakan Kipas Angin Menyala saat Tidur

Ternyata Tidur Menggunakan Kipas Angin Berbahaya Bagi Kesehatan, Berikut 3 Dampak yang Dapat Terjadi

Baik itu langit-langit, meja atau hiasan dinding, kipas angin adalah salah satu kebutuhan rumah, kantor, atau gedung apa pun.

Banyak orang suka menggunakan kipas angin selama tidur karena membantu membuat mereka tidur lebih baik.

Namun membiarkan kipas menyala sepanjang malam ternyata tidak baik bagi kesehatan.

Ada banyak alasan mengapa Anda harus berhenti membiarkan kipas menyala saat Anda tidur.

Tubuh Anda bisa sangat terpengaruh karena udara kipas, dilansir dari McGill Media.

Beberapa orang bangun keesokan paginya dengan merasakan beberapa gejala yang disebabkan oleh udara kipas.

Orang dengan alergi dan asma sering terbangun dengan sensasi iritasi pada hidung mereka ketika kipas diarahkan langsung ke wajah mereka sepanjang malam.

Gejalanya berlipat ganda dengan hidung mereka menjadi sangat sensitif terhadap udara kering.

Satu hal lain yang dapat menyebabkan kipas disebut "Efek Pengeringan", ini berarti bahwa orang bangun di pagi hari merasa lelah tanpa alasan dan juga mereka akan merasa haus dan dehidrasi.

Kipas juga menjadi alasan sebagian orang memiliki mata kering dan hidung tersumbat.

Udara kering kipas juga dikenal sebagai alasan mimisan pada orang yang memiliki riwayat dengan kondisi tersebut.

Masalah lain yang sedikit lebih jelas adalah bahwa ketika kipas angin menghembuskan udara, ia dapat berisi debu, serbuk sari atau jamur.

Hal-hal ini terus mengiritasi hidung dan menyebabkan kesulitan bernafas, terutama jika ada jendela yang terbuka.

Halaman
12
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved