Berita Palembang

Museum Sumsel Penting Mengoleksi Peralatan Memasak dan Hidangan Memasak Tradisional Sumsel

Sekretaris Disbudpar Sumsel Fitriana menilai penting bagi Sumsel untuk melestarikan dan mengkoleksi peralatan masak dan hidangan tradisional Sumsel.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Suasana diskusi membahas alat masak tradisional Sumsel. 

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sekretaris Disbudpar Sumsel Fitriana menilai penting bagi Sumsel untuk melestarikan dan menjaga serta mengkoleksi peralatan masak dan hidangan tradisional Sumatea Selatan di Museum Negeri Sumsel.

“Sangat penting itu, nanti kita koordinasikan dengan Kepala Museum Negeri Sumsel H Chandra Amprayadi SH terkait koleksi peralatan masak dan hidangan tradisional Sumatera Selatan, terutama kontennya, apakah mau di lengkapi koleksi-koleksinya atau bagaimana,” ungkap Fitriana saat membuka diskusi terpumpun kajian koleksi peralatan masak dan hidangan tradisional Sumatera Selatan di Auditorium UPTD Museum Negeri Sumsel, Senin (24/6/2019).

Namun kata Fitriana, semuanya tergantung dengan anggaran terutama dalam menambah koleksi Museum Negeri Sumsel.

“Memang perlu duduk bersama dulu dengan para sesepuh yang tahu dengan kekhasan daerah 17 kabupaten kota,” katanya.

Kasi Koleksi dan Konservasi Museum Negeri Sumsel, Kurator Museum Negeri Sumsel dan tim ahli cagar budaya Provinsi Sumsel yang merupakan pemandu diskusi, Syamsudin S.S mengakui masih kurangnya 9 kurator.

"Koleksi museum baru 7.018 buah sangat sulit untuk melengkapi itu tanpa anggaran yang pasti. Ini belum jauh dari sempurna. Ini sebenarnya tugas kurator untuk melengkapi data-data itu. Tetapi kurator museum ini sendiri hanya satu. Idealnya itu ada 10. Setiap klasifikasi harus ada 1 orang kurator. Bayangkan saya sendiri mengjandle berbagai macam koleksi. Disiplin ilmu saya cuma sejarah. Mungkin saya hanya terkait arkeologi dan historika barangkali," kata Samsudin SS.

Kurator adalah pengurus atau pengawas institusi warisan budaya atau seni, misalnya museum, pameran seni, galeri foto, dan perpustakaan.Kurator bertugas untuk memilih dan mengurus objek museum atau karya seni yang dipamerkan.

Diskusi yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berkerjasama dengan UPTD Museum Negeri Sumsel ini menghadirkan nara sumber seperti Retno Purwanti dan Sigit Eko Prasetyo dari Balai Arkeologi Sumsel, Budayawan Sumsel, Yudhi Syaropi, Budayawan Palembang, Ali Hanafiah.

Juga dari akademisi Universitas PGRI Palembang, M Idris, Dina dari SMK II Muaraenim, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah provinsi Sumsel, Merry Hamraeny, Kasi Pelayanan dan Penyajian Museum Negeri Sumsel Diah Anggraini , para nara sumber dari Museum Negeri Sumsel, Nyimas Ulfa di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, dan Kepala Museum Negeri Sumsel, H Chandra Amprayadi SH.

Syamsudin S.S mengatakan, kalau kegiatan ini merupakan bagian dari pengelolaan koleksi museum salah satunya kegiatan diskusi terpumpun disamping kegiatan-kegiatan lain seperti penulisan buku, inventarisasi dan kajian-kajian lainnya.

Lulusan Teknik Elektro Bisa Daftar Kuliah Disini, Dipastikan Kerja di PT Garuda, Ini Link Daftarnya

Tahun Ini Pembangunan Akses Jalan Gunung Gare Lanjut

Dihantui Rasa Takut, Pencurian Kantor Koperasi di Jalan Candi Angsoko Palembang Menyerahkan Diri

“Jadi diskusi terpumpun ini terkait koleksi museum, terkait dengan pembahasan lanjutan terkait dengan nilai sejarah dan nilai budaya, nilai sosial politik dan pariwisata itu merupakan pengembangan dari fungsi koleksi itu sendiri,” katanya.

Sedangkan diskusi ini menurutnya hadir dari berbagai kalangan yang berkompeten dari Balai Arkeologi Sumsel, , kalangan akademis dan sebagainya.

“Koleksi musium ini terdiri dari 10 jenis, kebetulan kita membahas etnografika terkait peralatan memasak, pembahasan selanjutnya kita akan membahas tradisi megalit, rumah limas, naskah ulu, banyak tema yang kita angkat dalam diskusi ini untuk melengkapi data koleksi museum yang tadinya tidak lengkap, jadi kita lengkapi dengan berbagai nara sumber yang data dan juga menjadi bahan publikasi museum, kalau orang-orang menulis buku bisa menjadi referensi mereka dan bisa menjadi bahas penelitian,” katanya.

Menurutnya di Sumsel hanya ada dua kurator museum dirinya dan Nyimas Ulfa di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved