Cegah Informasi Hoax, Pemerintah Sengaja Batasi Penggunaan Media Sosial, Pantes WA, FB & IG Down!

Cegah Informasi Hoax, Pemerintah Sengaja Batasi Penggunaan Media Sosial, Pantes WA, FB & IG Down!

Penulis: Nadia Elrani | Editor: Sudarwan
Shutterstock
Cegah Informasi Hoax, Pemerintah Sengaja Batasi Penggunaan Media Sosial, Pantes WA, FB & IG Down! 

Cegah Informasi Hoax, Pemerintah Sengaja Batasi Penggunaan Media Sosial, Pantes WA, FB & IG Down!

SRIPOKU.COM - Warganet mengeluhkan aplikasi dan beberapa fitur media sosial mengalami gangguan pada Rabu (22/5/2019).

Mulai dari WhatsApp, Intagram hingga Facebook semua sulit diakses utntuk saat ini.

Warganet pun meyuarakan ketidaknyamanan mereka melalui akun Twitter.

Pantauan Sripoku.com dari Twitter.com, tagar #Instagramdown kini telah menjadi trending nomor 2 dan banyak jadi perbicangan warganet.

Kemudian beberapa pengguna lain juga mengeluhkan tidak bisa mengirimkan gambar melalui Whatsapp, Instagram maupun Facebook.

Keadaan di depan Gedung Bawaslu RI yang tadinya sempat kondusif sempat ricuh, Selasa (21/5/2019) malam
Keadaan di depan Gedung Bawaslu RI yang tadinya sempat kondusif sempat ricuh, Selasa (21/5/2019) malam (Tribunnews)

Rindu Mendiang Suami, Ririn Ekawati Tulis Pesan Sedih Saat Umroh, Pernah Lewatkan Momen Terakhir

Update Terkini Kasus Mutilasi Vera Oktaria, Sosok Ini Ungkap Sikap Prada DP Saat Vera Didekati Cowok

Inilah 4 Akibat Keseringan Makan Pedas Saat Sahur maupun Berbuka Puasa, Bisa Jadi Masalah Serius!

Peserta Demo Aksi 22 Mei Meninggal Dunia Akibat Bentrok, Ini yang Dilakukan Anies Baswedan

Banjir Air Mata di SMP Negeri 11 Palembang

Kini terjawab sudah mengapa media sosial khususnya WhatsApp, Facebook dan Instagram down.

Rupanya hal ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran provokasi dan berita hoax.

Seperti yang kita lihat sekarang ini, mulai tadi malam massa sudah memadati kantor bawaslu untuk berunjuk rasa.

Aksi demo tersebut diwarnai kericuhan sehingga menjatuhkan beberapa korban hingga meninggal dunia.

Polisi pun juga sudah mengamankan beberapa orang diduga provokator yang ternyata merupakan massa dari laur Jakarta.

Untuk itulah pemerintah membatasi layanan media sosial,mengingat alat ini sangat cepat mempengaruhi opini masyarakat dengan berita-berita hoaks.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dilansir dari Kompas.

Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu
Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Menelan Dahak Saat Batuk Atau Pilek, Apa Dampaknya Pada Tubuh ?

Barisan Emak-emak Asal Palembang Tetap Ikut Gabung Aksi Tolak Hasil Penghitungan Pilpres di Jakarta

Niat Puasa Tapi Lupa Sahur

Hukum dan Tata Cara Keramas di Siang Hari Saat Berpuasa, Awas Jangan Salah Puasamu Bisa Batal!

BESOK, Oppo K3 Resmi Meluncur di Indonesia, Berikut Spesifikasi dan Harganya

"Akan kita adakan pembatasan akses di media sosial, fitur tertentu, untuk tidak diaktifkan untuk menjaga agar hal-hal negatif terus disebarkan ke masyarakat," kata Wiranto.

Berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, terlihat ada upaya membuat kekacauan nasional.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved