Berita PALI

Tumpukan Sampah Menghiasi Jalan Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI

Tumpukan sampah masih "menghiasi" pinggiran jalan di Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Tumpukan Sampah Menghiasi Jalan Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Tumpukan sampah di pinggiran jalan Desa Air Itam Timur Kabupaten Panukal yang mengganggu kesehatan lingkungan sekitar. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALI -- Tumpukan sampah masih "menghiasi" pinggiran jalan di Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (015/5/2019).

Meski pemerintah desa setempat telah menyediakan lahan untuk tempat pembuangan sampah, namun kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah di pinggiran jalan masih saja sulit dihilangkan.

Bahkan mirisnya, sampah pinggiran jalan ini sampai masuk hingga ke perairan yang biasa digunakan masyarakat untuk melakukan kegiatan MCK (Mandi Cuci Kakus) bagi warga setempat.

Dari iti, Kepala Desa (Kades) Air Itam Timur, Ferry meminta kepada Pemda PALI agar membantu penyediakan motor sampah untuk mengangkut sampah di pinggir jalan kemudian dipindahkan ke lahan tempat pembuangan sementara (TPS).

Warga Keluhkan Pasar Inpres Muaraenim Semrawut dan Macet, Dipenuhi Pedagang Kaki Lima

Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Anggota Brimob di OKU Selatan Memasuki Keterangan Saksi

Bahayakan Pengguna Jalan, Masyarakat di Pagaralam Dilarang Jemur Kopi Dibadan Jalan

"Dalam pembagian motor sampah tahun lalu, desa kami tidak kebagian, tetapi kami berharap tahun ini Pemkab melalui Dinas LH bisa membantu desa Air Itam Timur. Karena dengan adanya Bentor sampah, kami berencana memindahkan tumpukan sampah itu," ungkap dia, Rabu.

Selain itu, Kades menghimbau warganya agar menjaga lingkungannya tetap bersih dan membuang sampah di TPS yang telah disediakan pemerintah desa yang lahannya tidak jauh dari pemukiman warga.

"Kami telah hibahkan tanah seluas lebih kurang satu hektare diperuntukkan untuk TPS. Namun, warga masih saja memelihara kebiasaannya dengan menumpuk sampah dipinggir jalan," ungkap Ferry.

Menurut dia, tumpukan sampah, selain merusak pemandangan, juga bau menyengat menganggu pernapasan ketika melintas di sekitar tumpukan sampah itu.

Bahkan, bisa mengancam kesehatan warga karena bau busuk mengundang lalat serta nyamuk.

"Untuk itu, kami tidak pernah berhenti mengingatkan warga agar menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah dipinggir jalan," katanya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved