Berita Banyuasin

Pemkab Banyuasin MoU dengan Yayasan Belantara, Kembangkan Kawasan Sembilang sebagai Daerah Ekowisata

Kembangkan kawasan Sembilang sebagai daerah ekowisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin bersama Yayasan Belantara melakukan

Pemkab Banyuasin MoU dengan Yayasan Belantara, Kembangkan Kawasan Sembilang sebagai Daerah Ekowisata
ISTIMEWA
Kembangkan kawasan Sembilang sebagai daerah ekowisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin bersama Yayasan Belantara melakukan Penandatanganan nota kesepahaman. 

SRIPOKU.COM, PANGKALAN BALAI-- Sebagai langkah mengembangkan kawasan Sembilang sebagai daerah ekowisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin bersama Yayasan Belantara melakukan Penandatanganan nota kesepahaman.

Nota kesepahaman menyepakati tentang pengembangan Kawasan Sungai Sembilang sebagai Ekowisata di Banyuasin.

Penandatanganan dilakukan Bupati Banyuasin H. Askolani, SH., MH dan Direktur Yayasan Belantara Dr. Sri Maryati di Ruang Rapat Bupati Banyuasin,  “Mudah mudahan konsep Muatan lokal rasa internasionaluntuk kawasan ini bisa terselenggara,” kata Bupati Banyuasin H. Askolani

Bupati Askolani mengatakan Pengembangan kawasan sembilang yang memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Ia menilai pengembangan kawasan ini sangat terbantu dengan adanya Yayasan Belantara yang sudah memberikan ide gagasan dan semangat membangun salah satu sudut wilayah di Banyuasin.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap jajaran OPD Banyuasin dan khususnya Yayasan Belantara yang secara serius menggarap pengembangan kawasan Sungai sembilang dalam meningkatkan derajat kehidupan warga Sungai Sembilang,” ungkap Askolani

Kawasan sembilang ini merupakan daerah penting untuk jenis-jenis burung air. Daratan lumpur Delta Banyuasin merupakan tempat mencari makan bagi ribuan burung migran. Dan lebih utama kawasan sembilang sebagai cagar budaya hutan mangrove yang merupakan paru-paru dunia.

Disisi lain, Direktur Yayasan Belantara Dr. Sri Maryati menjelaskan pihaknya sudah merampungkan bebrapa hal dalam mendukung pengembangan kawasan sembilang. “ Kami sudah membangun 9 Home Stay, menyediakan Kapal Belantara, melakukan pelatihan pengembangan produk-produk lokal,” jelas Sri Maryati

Selain itu, pihaknya sudah dan sedang membangun proyek air bersih dan sanitasi dalam meningkatkan akses pelayanan air bersih dan sanitasi. Yayasan Belantara juga, lanjut Sri, sudah membangun bioseptic tank sebanyak 80 unit dan akan membangun 20 unit lagi.

Pihaknya sudah mendatangkan alat yang mampu mengubah air laut menjadi air minum. Menurutnya, alat ini mampu menghasilkan air bersih dalam 2 jam sebanyak 50 galon.

Halaman
12
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved