WASPADALAH, Ini Dampak Buruk Makanan Cepat Saji atau Fast Food Bagi Kesehatan Tubuh
Namun bagi kalian yang telah terbiasa mengonsumsi fast food, waspadalah terhadap kesehatan tubuh.
SRIPOKU.COM - Di tengah kesibukan melanda, makanan cepat saji atau fast food sering menjadi andalan ketika perut "keroncongan".
Namun bagi kalian yang telah terbiasa mengonsumsi fast food, waspadalah terhadap kesehatan tubuh.
Makanan cepat saji telah lama dipercaya sangat berdampak buruk pada kesehatan tubuh.
Beberapa riset membuktikan, dalam satu porsi makanan cepat saji mengandung kalori, lemak, dan natrium tinggi.
Untuk satu porsi burger misalnya, biasanya mengandung lebih dari 500 kalori serta 250 gram lemak, 40 gram karbohirat, 10 gram gula, dan 1.000 miligram natrium.
• Memarahi Dengan Berteriak Berdampak Buruk Pada Masa Depan Anak, Ini Penjelasannya
• Cristiano Ronaldo Akan Hengkang Usai Tersingkir di Liga Champion? Begini Tanggapan Pelatih Juventus
• Hilangkan Kaki Pecah-Pecah Anda Dengan Menggunakan Ramuan 2 Bahan ini, Cukup 5 Menit

Lemak dalam satu porsi burger sebagian besar merupakan lemak tak jenuh dengan kapasitas melebihi jumlah asupan yang direkomendasikan.
Setelah 15 menit mengonsumsi burger, kita akan mengalami lonjakan glukosa yang sangat besar, tepat saat tubuh mengubah semua kalori menjadi energi.
Hal ini memicu pelepasan insulin untuk mengimbangi lonjakan tersebut. Terkadang, pelepasan insulin tersebut terjadi secara berlebihan.
Jika hal ini terjadi secara terus-menerus akan berdampak pada resistensi insulin, yang merupakan pemicu diabetes.
Para peneliti mengaitkan ini dengan stres oksidatif pada sel-sel yang terjadi, ketika mengonsumsi kalori berlebihan dalam waktu singkat.
Semua lemak jenuh itu juga memiliki efek yang sangat instan.
Para peneliti memberi makan makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh kepada para pria.
• Tips Mendapatkan Uang Belanja Tambahan Untuk Ibu Rumah Tangga
• Bunda Jangan Ragu, Ini 7 Manfaat Puasa Bagi Anak, Ajarkan Secara Bertahap
• JANGAN SEPELEKAN, Ini 3 Penyebab Timbulnya Gigi Sensitif Yang Harus Anda Pahami
Lalu dilakukan pengukuran fungsi endotel, hingga ditemukan terganggunya arteri secara signifikan, dan tidak bisa melebar dengan maksimal.
Ini adalah penyebab utama risiko aterosklerosis, yaitu pembatasan aliran darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.
Tingginya jumlah natrium dalam daging sapi yang dipakai dalam burger juga turut memperburuk kesehatan.
Sebuah studi terpisah yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan, makanan asin atau tinggi natrium dapat berdampak negatif pada fungsi pembuluh darah hanya dalam 30 menit.