Berita Banyuasin

Diduga Defresi Bapak 45 Tahun di Suak Tapeh Banyuasin Nekat Gantung Diri

Diduga defresi karena ditinggal anak tertuanya meninggal dunia, Nurul Aini nekat mengakhiri hidupnya dengan melakukan gantung diri

Diduga Defresi Bapak 45 Tahun di Suak Tapeh Banyuasin Nekat Gantung Diri
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Nurul (42) ditemukan gantung diri didalam ruangan tamu rumahnya sendiri, di Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin. Minggu (17/3/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM,BANYUASIN --Diduga defresi karena tersendat kendala ekonomi dan ditinggal anak tertuanya meninggal dunia, Nurul Aini nekat mengakhiri hidupnya dengan melakukan gantung diri. Minggu (17/3/2019).

Korban ditemukan telah tewas gantung diri didalam ruangan tamu rumahnya sendiri, yang beralamat di dusun II, RT 04, Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin.

Tetangga korban yang merupakan penduduk setempat Ali mengatakan, korban baru saja ditinggal oleh anak tertuanya.

"Iya mungkin karena defresi sebab anak tertuanya sekitar satu pekan lalu meninggal karena sakit,"ujarnya.

Korban gantung diri dikatahui pertama kali oleh anaknya sendiri Ahmad Gali (16) beserta istri korban Teti Susanti (35) dengan tergantung di ruang tamu.

Sontak, kejadian tersebut membuat gempar masyarakat Desa Tanjung Laut dan kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Betung.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Betung langsung mendatangi TKP.

Kapolsek Betung AKP Naziruddin, SH., M.Si, saat konfirmasi mengatakan, dari hasil olah TKP petugas Polsek Betung, bahwa Korban tewas murni gantung diri dengan menggunakan seutas tali di dalam ruangan tamu rumahnya sendiri.

KPU OKUT Verifikasi Kemungkinan Kehandalan Pemilih

Warga Perbaiki Jembatan Penghubung Desa yang Putus Akibat Abrasi di Kecamatan Kandis Ogan Ilir

Pengamat Politik: Nyaleg Dibantu Jasa Paranormal Sebagai Pencapaian Jabatan Politik Irrasional

"Memang benar ada peristiwa warga Desa Tanjung Laut gantung diri dengan menggunakan seutas tali, di dalam ruangan tamu rumahnya sendiri, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Kapolsek AKP Naziruddin, minggu (17/03/2019).

Menurut Kapolsek, dari keterangan saksi, dimana pada hari sabtu, tanggal 16 Maret 2019, sekira pukul 22.00 WIB, korban pulang kerumah, yang kemudian sekitar pukul 00.30 WIB, korban keluar dari rumah tidak tahu tujuannya.

Kemudian keesokan harinya lanjut Kapolsek, pada minggu, tanggal 17 Maret 2019 sekira pukul 10.00 WIB, korban diketemukan pertama kali oleh anaknya  Ahmad Gali (16), beserta istri korban Teti Susanti (35), dalam keadaan tergantung di ruang tamu rumahnya.

"Ya korban pertama kali ditemukan oleh anak dan istrinya yang sudah dalam keadaan tergantung di ruangan tamu rumahnya sendiri," terang Kapolsek.

Dugaan sementara jelas Kapolsek, korban melakukan bunuh diri karena defresi sebab telah meninggal dunia anak laki - laki pertamanya seminggu yang lalu yakni LK (18), sehingga jiwa korban terguncang dan nekat lakukan bunuh diri.

Dari hasil olah TKP kini barang bukti yang didapati yakni, 1 (satu) buah tali warna hijau muda, 1 (satu) baju kaos lengan panjang warna abu - abu, 1 (satu) celana panjang warna hitam dan 1 (satu) celana pendek warna biru yang terdapat cairan sperma milik korban.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved