Berita Ogan Ilir

Warga Perbaiki Jembatan Penghubung Desa yang Putus Akibat Abrasi di Kecamatan Kandis Ogan Ilir

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang dimanfaatkan oleh warga untuk mengangkut komoditi hasil pertanian berupa padi.

Warga Perbaiki Jembatan Penghubung Desa yang Putus Akibat Abrasi di Kecamatan Kandis Ogan Ilir
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Warga sedang melakukan perbaikan pada bagian badan jalan jembatan yang mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan menggunakan potongan batang pohon kelapa. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Warga yang bermukim di dua Desa yakni Desa Segonang dengan Desa Muara Kumbang Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir (OI), secara swadaya melakukan perbaikan jembatan penghubung Desa mereka.

Pasalnya, jembatan yang terbuat dari bahan flat besi tersebut, sudah sangat sulit dilintasi oleh kendaraan roda dua yang biasa berlalulalang.

Menggunakan peralatan seadanya berupa potongan-potongan pohon kelapa yang dijejerkan dinilai cukup efektif untuk sementara dilintasi oleh kendaraan.

Mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang dimanfaatkan oleh warga untuk mengangkut komoditi hasil pertanian berupa padi. 

Menurut keterangan dari warga sekitar bila kerusakan badan jalan jembatan penghubung dua Desa itu, sudah berlangsung sejak lebih dari satu bulan terakhir.

Kerusakan diakibatkan lantaran pada bagian oprit jembatan mengalami longsor usai digerus oleh intensitas curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini.

Pengamat Politik: Nyaleg Dibantu Jasa Paranormal Sebagai Pencapaian Jabatan Politik Irrasional

Bangun Mal dan Apartemen di Pinggir Sungai, Sinar Mas Minati Lahan Eks Pelabuhan 35 Ilir

Cerita Haru Warga Indonesia yang Berhasil Selamat dari Teror Penembakan di Selandia Baru

"Sudah lebih dari satu bulan ini pak jalan jembatan disini rusak. Jadi warga terpaksa melakukan upaya perbaikan menggunakan bahan potongan-potongan pohon kelapa," ujar Eddy (30) pengendara yang kebetulan sedang melintas, Sabtu (16/3).

Pelajar SMAN 1 Kandis, Lidyana menuturkan, setiap lewat dari jembatan tersebut harus berhati-hati karena jembatan hanya disambung dengan potongan pohon kelapa.

“Saya sudah seminggu mengungsi di Desa Sirapulau Kilip karena faktor cuaca dan air sudah naik ditambah jembatannya tersambung potongan pohon kelapa, jadi takut jatuh melewatinya,” ucap warga Desa Segonang ini.

Rusaknya jembatan tersebut diungkapkan langsung Kepala Desa Segonang Azharudin.

Ia menuturkan kurang lebih sebulan yang lalu ada pembangunan peningkatan jalan di Desa Segonang. Jembatan tersebut satu-satunya akses penghubung jalan menuju Desa Segonang dan mobil pembawa material serta alat berat melewati jembatan tersebut.

"Kalau jembatan ini putus bagaimana kami mau membangun desa, tidak lama lagi Dana Desa turun, jadi mau lewat dari mana material bangunan,” ujarnya.

Ia berharap kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR untuk segera memberikan perhatian dengan melakukan upaya perbaikan.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved