Berita Palembang

Pengamat Politik: Nyaleg Dibantu Jasa Paranormal Sebagai Pencapaian Jabatan Politik Irrasional

Trend para Caleg yang menggunakan jasa paranormal, dukun untuk mempengaruhi para pemilih dinilai pencapaian jabatan politik yang masih irrasional.

Pengamat Politik: Nyaleg Dibantu Jasa Paranormal Sebagai Pencapaian Jabatan Politik Irrasional
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pengamat Sosial Politik Drs BAgindo Togar Butar Butar 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Trend para Caleg yang menggunakan jasa paranormal, dukun untuk memuluskan dan mempengaruhi para pemilih dinilai pencapaian jabatan politik yang masih irrasional.

"Bisa dimaklumi sepanjang itu merupakan ekspresi tradisi local wise yang dilakoni para generasi sekarang sebagai penghormatan terhadap para leluhur daerah ini, bukan berarti berharap energi ekstra atas kebutuhan atau kekuatan lain yang terkait ikhtiar diluar dimensi socio kultural maupun spiritual. Apalagi untuk tujuan posisi atau jabatan politik," ungkap Pengamat Sosial Politik Drs Bagindo Togar Butar Butar, Jumat (15/3/2019).

Bagindo menilai hal tersebut manusiawi dan sah-sah saja bila ikhtiar untuk mencapai sasaran atau hasil perjuangan bila melalui sistematika berfikir rasional.

Akan berakibat fatal dan ironik, tatkala aksi upaya mistis atau irasional menjadi energi tambahan yang paling menentukan terhadap alur maupun tahapan lazim terkait kesuksesan seseorang dalam menggapai cita-citanya.

Bangun Mal dan Apartemen di Pinggir Sungai, Sinar Mas Minati Lahan Eks Pelabuhan 35 Ilir

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMP Dibuka 18 Maret

Hasil Pertandingan Ujicoba Timnas U-23 Indonesia vs Bali United, Skuad Garuda Muda Unggul 3-0

"Tradisi aksi klenik, bak kentut, tiada wujudnya tapi tercium aromanya. Tak cuma dalam frame politik, dalam bisnis, psikososial dan keamanan acapkali juga tak lepas dari pengunaan instrumen berunsur mistis ini. Nilai-nilai keluhuran atas kultur ketimuran sarat dengan tradisi yang bernuansa magis," kata mantan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (IKA FISIP) Unsri.

Lebih jauh lagi, penggunaan jasa kekuatan magis ini bisa dikomersialisasi oleh orang orang terdidik yang Hidup dalam suasana yang serba modern. Karena dianggap mampu memudahkan proses atau jenjang perjuangan untuk mencapai tujuannya.

Padahal menurut Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) hal ini sangat tidak sebangun dengan akal sehat serta keimanannya. Inilah yang bisa dikategorikan sebagai Pragmatisme Irrasional.

"Yang penting praktis, tersembunyi dan gampang dalam prakteknya. Padahal upaya-upaya seperti ini akan mendegradasi kualitas moral, intelektual dan sosial figur seseorang. Selayaknya para personal yang masih saja berkeinginan melakukan perbuatan tak lazim seperti ini, agar mengkaji ulang niat maupun sikapnya untuk menempuh jalan pintas yang tak pantas ini," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved