Berita Ogan Ilir

Warga Secara Swadaya Menambal Jalan Negara yang Berlubang di Desa Semambu Ogan Ilir

Warga Dusun I Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), menambal lubang jalan secara gotong-royong, Minggu (10/3/2019).

Warga Secara Swadaya Menambal Jalan Negara yang Berlubang di Desa Semambu Ogan Ilir
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Warga Dusun I Desa Pulau Semambu Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir secara swadaya melakukan penambalan lubang jalan dititik Km 37 Palembang-Indralaya. 

Laporan wartawan sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA --Melihat kondisi kerusakan di ruas jalan negara tepatnya di Jalintim Km 37 Palembang - Indralaya Kabupaten Ogan Ilir yang selama ini belum pernah dilakukan upaya perbaikan oleh pihak terkait.

Akhirnya, secara bergotong-royong warga Dusun I Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), Minggu pagi (10/3) melakukan upaya perbaikan terhadap kerusakan di ruas badan jalan tersebut.

Selama ini bukan pertama kali bagi warga setempat menambal lobang jalan tersebut. Tetapi sudah berulang kali dilakukan warga karena sampai saat ini lobang- lobang di ruas badan jalan negara itu tak kunjung ada perbaikan.

Kepala Dusun I (Kadus) M Andri yang turun langsung melakukan penambalan lobang jalan tersebut mengatakan, ini sudah kesekian kalinya warga menambal jalan karena penambalan- penambalan tersebut paling lama bisa bertahan enam sampai tuju bulan setelah itu jalan kembali hancur.

157 Penumpang ET302 Ethiopia Airlines Dinyatakan Tewas, Pesawat Sempat Alami ini Usai Take Off

Sejumlah Ibu Rumah Tangga , Tertipu Arisan Online

Zaki Babak Belur Dihakimi Warga, Akibat Nekat Lakukan Jambret Diatas Ampera

"Kami menambalnya secara manual dan dengan bahan seadanya. Jadi paling tidak, bisa bertahan sampai enam atau tujuh bulan setelah itu jalan kembali berlobang, apalagi musim hujan, jalan yang tadinya dilakukan pengecoran kembali tergerus lagi," ujarnya.

Menurut Andri, dalam sehari ada saja kendaraan roda dua masuk ke lobang dan terbalik.

"Terkadang dalam satu hari itu sampai lima dan enam kali kendaraan yang terjebak di lobang tersebut sehingga membuat pengendaranya luka-luka bahkan ada yang sampai patah kaki dan tangan," tambahnya.

Sementara pantauan di lapangan, kedalaman lobang jalan mencapai lebih kurang 20 cm dan lebar 30 sampai 40 cm, terdapat dua lobang yang jaraknya sekitar satu meter dan menurut warga pada posisi seperti ini sering terjadi kecelakaan.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved