Berita Palembang

Bisa Ajukan Permohonan Cerai Via Online, Ini Prosedur Pendaftaran Perkara di PA Kelas 1A Palembang

Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Palembang kini telah membuka pendaftaran perkara perceraian secara online.

Bisa Ajukan Permohonan Cerai Via Online, Ini Prosedur Pendaftaran Perkara di PA Kelas 1A Palembang
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Sepasang Suami istri saat mendatangi Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang, Selasa (19/2/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANGPengadilan Agama (PA) Kelas 1A Palembang kini telah membuka pendaftaran perkara perceraian secara online.

Hal ini untuk mempermudah para penggugat agar tidak lagi repot mendatangi kantor PA Kelas 1A Palembang yang berada di Jalan Pangeran Ratu Kecamatan Jakabaring Palembang.

“Sekarang mengajukan permohonan perceraian bisa online melalui website pa-palembang.org. Namun melalui pengacara yang sudah terverifikasi atau telah terdaftar di Pengadilan Tinggi dan tidak boleh langsung penggungat yang mendapaftar,” ungkap Kepala Panitera PA Kelas 1A Palembang kepada Sripoku.com, Selasa (19/2/2019).

Selain itu, jika pengugat belum memiliki pengacara, penggugat tersebut bisa mengajukan gugatan perkaranya langsung mendatangi kantor PA Kelas 1A Palembang.

Pengadilan agama sebenarnya bukan hanya untuk mengurus perkara cerai saja, namun bisa juga untuk mengajukan sejumlah gugatan atau perkara lain.

Adapun yang bisa di urus di pengadilan agama adalah :
1. Mengajukan permohonan atau gugatan cerai.
2. Mengajukan dispensasi nikah.
3. Mengajukan izin pologami.
4. Mengajukan itsbat nikah (pengesahan nikah).
5. Mengajukan pembatalan nikah.
6. Mengajukan perwalian anak.
7. Mengajukan permohonan adopsi anak (pengangkatan anak).
8. Mengajukan permohonan wali adhol.
9. Mengajukan permohonan penetapan ahli waris.
10. Mengajukan gugatan harta bersama.
11. Mengajukan kuasa insidentil (pemberian kuasa kepada penerima kuasa yang masih merupakan kerabat pemberi kuasa untuk dan atas nama pemberi kuasa beracara di Pengadilan).
12. Mengajukan permohonan menjadi kuasa insidentil.
13. Mengajukan untuk mendapatkan akta cerai yang hilang atau rusak.
14. Mengajukan eksekusi hak dan tanggungan.
15. Mengambil akta cerai.
16. Berperkara secara prodeo (khusus) atau berperkara di pengadilan secara gratis (cuma-cuma).

Setiap gugatan yang berbeda-beda tersebut, tentu memiliki syarat yang berbeda-beda pula.

Namun demikian, untuk prosedur awal saat pmemasukan permohonan pendaftaran perkara, memiliki alur yang sama.

Berikut rangkuman Prosedur pendaftaran perkara di pengadilan agama kelas 1 A Palembang:

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved