Berita Palembang

Kecamatan Jakabaring Palembang Terbanyak Kedua Kejadian DBD Sejak Januari 2019

Kecamatan Jakabaring Palembang terbanyak kedua kejadian demam berdarah dengue (DBD) terhitung sejak Januari tahun 2019.

Kecamatan Jakabaring Palembang Terbanyak Kedua Kejadian DBD Sejak Januari 2019
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Grafik kejadian DBD di Kecamatan dalam Kota Palembang tahun 2019 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) sedang marak terjadi di tengah masyarakat, bahkan Kecamatan Jakabaring Palembang, tercatat sejak Tahun 2019 menjadi daerah terbanyak ke dua dengan 22,7 persen masyarakatnya terkena virus DBD dibawah Kecamatan Sako, Selasa (12/2/2019).

Guna melakukan pencegahan serta pemusnahan nyamuk aedes aegypti ini pihak kecamatan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas serta para dokter agar melakukan dengan cepat, sehingga wabah ini tidak marak terjadi.

"Banyak hal dilakukan, diantaranya penanggulangan dan Penularan DBD tingkat kecamatan, sehingga koordinasi antara dokter puskesmas dan pihak kecamatan dibantu warga agar cepat mendapat informasi dan langsung
ditangani apabila ditemukan gejala DBD," ungkap Sekertaris Camat Jakabaring Palembang, Sapta Marus, Selasa.

Menurut dia, upaya lain, ialah melakukan Lintas Sektor Puskesmas. Dimana, saling berkoordinasi dengan para dokter guna menyaring informasi, sehingga terkoneksi antar pihak berwenang.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, sebelum dilakukan tindakan pengasapan seperti Fogging.

Upaya Fogging, kata dia, pihaknya tidak bisa melakukan secara terus menerus, dikarenakan nyamuk tersebut menjadi imun atau kebal terhadap racun.

"Kita fokuskan pertama pemusnahan tempat bersarangnya nyamuk aedes ini. Namun kalau untuk fogging kita harus menunggu cairan obat dari Dinkes, karena tidak bisa sembarangan lantaran mengandung racun cukup berbahaya," jelas dia.

Sampah Meluber Sampai ke Jalan di Kawasan Masjid Suro Ganggu Pengendara & Pedagang

Jelang Berlaga Melawan Madura United, 4 Pemain Senior Sriwijaya FC Malah Mundur, Om Har Pasrah

Pemilu 2019 Tinggal 2 Bulan Lagi Pengamat Sebut Masih Sempat Untuk Menarik Simpati Bukan Dengan APK

"Kecamatan Jakabaring ini memiliki 2 Puskesmas, Pembina dan OPI, namun yang banyak terkena DBD ini diwilayah Kelurahan Silaberanti, 8 Ulu dan 9-10 Ulu, meski kita juga ada Rumah Sakit terdekat," ujarnya.

Sementara, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Palembang, Fauzia berkata sesuai data update bulan Januari 2019, sampai saat ini masyakarat yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 150 orang, dan ada 21 orang di Bulan Februari.

Sedangkan untuk angka pasien yang terkena DBD, sesuai data masuk tahun 2019, yakni Kecamatan Sako yang terbanyak, disusul Jakabaring dan Sukarame.

" Untuk di Sako bukan dilihat dari jumlah, tetapi penyakit dilihat dari angka kejadian dan insiden rate dibagi jumlah penduduk dikali 100 ribu. Jadi per 100 ribu mencapai 29,1 persen," tuturnya.

Sesuai target dari kementerian diambang batas kasus DBD, harus dibawah 49 per 100 ribu.

"Memang dilihat dari ambang batas Kemenkes masih dibawah itu, tetapi mesti diupayakan kemandirian masyarakat terutama digalakkan setiap rumah harus bertanggung jawab untuk memantau setiap jentik nyamuk," jelasnya.

Kebanyakan wabah penyakit itu, seperti di kolam-kolam dan bak bekas sebagai tempat genangan air ketika musim hujan

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada korban jiwa yang terkena DBD.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved