Berita OKI

Dinas Ketahanan Pangan OKI Klaim Stok Beras Masih cukup untuk Setahun Kedepan

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir, memastikan stok beras hingga setahun kedepan cukup.

Dinas Ketahanan Pangan OKI Klaim Stok Beras Masih cukup untuk Setahun Kedepan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Syaripudin ST saat meninjau padi masyarakat di OKI yang sebentar lagi panen. 

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG- Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memastikan stok beras hingga setahun kedepan cukup.

Pasalnya, panen terjadi sepanjang tahun bahkan saat ini panen raya berlangsung di Kecamatan Air Sugihan seluas 19 ribu hektar.

Kepala DKPTPH, H Syaripudin SP MSi mengatakan, melihat hitungan angka saat ini, maka kebutuhan beras warga OKI masih cukup.

"Orientasi saat ini orientasi bisnis, memang sebagian beras dipasarkan ke Padang dan Riau hingga Jawa. Stok kan cukup, jadi tidak ada masalah dijual ke provinsi lain," ungkap Syaripudin, Kamis (31/1/2019).

Saat Korban Jatuh Tersungkur, Alfin Merebut Pisau dari Tangannya dan Menusuk Perut Ibunya

PS Payaraman United Seleksi Calon Pemain untuk SSL U-20. Catat Waktu dan Syarat Seleksinya

Dua Nama Eks Napi yang Diumumkan KPU Pusat Berasal dari Pagaralam

Kemudian dalam waktu dekat juga, panen raya akan dilaksanakan di Tugumulyo seluas 20 ribu hektar, Lubuk Seberuk dan Jejawi seluas 200 hektar.

"Terkait dengan kekosongan stok di Bulog memang harga yang dipatok HPP Bulog Rp 7.300 mungkin, sementara saat ini harga di tingkat gudang penggilingan padi Rp 8.000, sehingga banyak petani menjual beras ke pedagang. Ini mungkin salah satu faktor terjadi kekosongan," jelas Syarifudin.

Sementara itu, Sekretaris DKPTPH OKI, Zaini menambahkan, kekosongan ini mungkin penyerapan harga dari Bulog lebih murah dari harga di pasar.

"Bulog kan membeli harga standar pemerintah. Untuk program Sergab 2018 yang didampingi TNI kurang berjalan, karena harga yang dijual lebih rendah dari harga di lapangan, sehingga petani tidak mau menjual ke Bulog," ungkapnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved