Berita Musirawas

Data BPS, Jumlah Penduduk Miskin di Musirawas Turun 0,48 Persen

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musirawas, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Musirawas

Data BPS, Jumlah Penduduk Miskin di Musirawas Turun 0,48 Persen
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Aldianda Maisal, Kepala BPS Kabupaten Musirawas. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musirawas, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Musirawas periode tahun 2018 turun 0,48 persen dibandingkan periode tahun 2017.

Dimana, pada bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin mencapai 55,96 ribu orang atau sebesar 14,24 persen dan pada periode yang sama pada tahun 2018 turun jadi 54,75 ribu orang atau sebesar 13,76 persen atau berkurang 1,21 ribu orang.

Demikian dijelaskan Kepala BPS Kabupaten Musirawas, Aldianda Maisal, diwawancarai usai rapat sosialisasi profil kemiskinan Kabupaten Musirawas di Pemkab Musirawas, Senin (14/1/2018).

OKU Raih Piala Adipura Dua Tahun Berturut-turut, Bupati OKU H Kuryana Aziz : Ini Bukti Kerja Keras

Kapendam II Sriwijaya : Keberhasilan Ini tak Lepas dari Sinergi yang Terjalin dengan Media

Pasca Diberlakukan Tarif Bagasi, Sebagian Penumpang Pesawat Pilih Penerbangan Premium Full Service

"Berdasarkan data statistik, angka kemiskinan di Kabupaten Musirawas turun. Mengapa garis kemiskinan naik sementara jumlah penduduk miskin malah turun, artinya sudah ada kemajuan dari sisi ekonomi. Kebutuhan pokok masyarakat sudah terpenuhi. Angka kemiskinan tergantung kebutuhan ekonomi," kata Aldianda Maisal.

Dikatakan, jika dihitung mulai periode Maret 2015 sampai dengan Maret 2018, maka jumlah penduduk miskin di Kabupaten Musirawas mengalami penurunan sebesar 1,37 persen.

Dimana pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin sebanyak 58,01 ribu orang dengan persentase sebesar 15,13 persen.

Makan Malam Spesial Imlek di The Zuri Hotel, Tak Hanya Menu Spesial Ada Lucky Draw & Live Music

Malam Ini Siaran Langsung Penyampaian Visi Presiden Jokowi dan Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto

Niat Solat Fajar dan Solat Qobliyah, Penjelasan Ustaz Abdul Somad Surat yang Dianjurkan untuk Dibaca

Dan pada Maret 2018, jumlah pendusuk miskin berkurang jadi 54,75 ribu orang atau sebesar 13,76 persen.

Dijelaskan, komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan diperkotaan, relatif sama dengan di pedesaan.

Diantaranya adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, mie instan, gula pasir dan cabe merah.

Durian Bahaya Dikonsumsi Pengidap Penyakit Ini, Berikut Cara Mengatasinya Versi Dinkes Palembang

Esteban Vizcarra Pamit dari Sriwijaya FC Lewat Akun Instagram, Berikut Tanggapan Pihak Manajemen

Kecepatan Angin di Sumsel Normal, BMKG Himbau Tetap Waspada Potensi Angin Puting Beliung

Sedangkan komoditas bukan makanan adalah perumahan, listrik, bensin, pendidikan dan perlengkapan mandi.

Disebutkan, persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah persentase penduduk miskin.

Dimensi lain yang perlu diperhatikan menurut Aldianda Maisal adalah, tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Selain harus mampu memerkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat keparahan dan kedalaman dari kemiskinan.

===

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved