Berita Palembang

Pasca Diberlakukan Tarif Bagasi, Sebagian Penumpang Pesawat Pilih Penerbangan Premium Full Service

General Manager Mega Wisata Tour dan Travel, Salwaty mengatakan, diberlakukannya tarif bagasi menimbulkan efek masyarakat yang mulai beralih premium

Penulis: Wahyu Kurniawan | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Sejumlah penumpang menaiki Pesawat Airbus 320-200 milik maskapai penerbangan Citilink yang melayani flight rute Palembang-Semarang dari Bandara Internasional SMB II Palembang> Foto diambil beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM. PALEMBANG - Kenaikan harga tiket pesawat dan biaya tambahan bagasi memang memiliki dampak yang besar.

Tetapi ada beberapa masyarakat yang tidak terlalu memperdulikan itu bahkan mereka memilih pesawat dengan kelas premium.

General Manager Mega Wisata Tour dan Travel, Salwaty mengatakan, diberlakukannya tarif bagasi menimbulkan efek bagi masyarakat yang mulai beralih ke penerbangan premium.

Memang secara keseluruhan sudah full service seperti bagasi yang tidak bayar.

Niat Solat Fajar dan Solat Qobliyah, Penjelasan Ustaz Abdul Somad Surat yang Dianjurkan untuk Dibaca

Harga Beras Lokal di Empatlawang Naik, Pembeli Mengeluh Penjual Untung Tipis. Ini Kisaran Harganya

Esteban Vizcarra Pamit dari Sriwijaya FC Lewat Akun Instagram, Berikut Tanggapan Pihak Manajemen

"Sejak diberlakukannya tarif bagasi banyak penumpang mencari maskapai penerbangan yang full service, tetapi ada juga konsumen kita yang menggunakan maskapai low cost ada 50 persen," jelasnya, Senin (14/1/2019).

Saat ini, pelanggan mulai beralih ke maskapai yang sudah full service atau premium karena kalau di hitung-hitung yang low cost plus bayar bagasi hampir sama selisihnya bahkan sedikit sekali. 

Jadi mereka lebih baik mengambil yang sudah full fasilitas. 

“Untuk harga tiket karena ini low cost jadi belum begitu terlihat dampaknya. Hanya memang kalau naik tentunya yang biasanya budgetnya Rp 1,5 Juta PP bisa ke Jakarta maka kini Rp 1,3 Juta baru one way (sekali jalan), tentu yang mau ke Jakarta nambahnya lumayan banyak,” ujarnya.

Ia pun berharap, semoga pemerintah sebagai regulator segera membenahi sistem harga tiket yang terjadi sekarang.

Kecepatan Angin di Sumsel Normal, BMKG Himbau Tetap Waspada Potensi Angin Puting Beliung

Muncul Petisi Keluhan Masyarakat, Namun Harga Tiket Pesawat Rute dari Palembang Masih Berlaku Normal

Walikota Alpian Maskoni Batalkan Relokasi Pedagang Pasar Nendagung Pagaralam, Ternyata Ini Alasannya

Lalu tetap menjadikan biro-biro perjalanan wisata sebagai pengusaha lokal yang harus terus di support dan menjadikan hubungan simbiosis mutualisme, sama-sama membangun membuka lapangan kerja dan memberi peluang dalam pariwisata.

“Kita sebagai pengusaha pastinya tetap banyak berharap kepada pemerintah untuk membenahi sistem yang ada sekarang,” jelasnya.

Sedangkan terkait perjalan travel and umrah sejauh ini belum ada dampaknya.

Karena kalau umrah melalui Mega Wisata pakai penerbangan langsung tidak yang transit. Kalau pakai yang transit ke Jakarta ia ada dampaknya bisa nambah sampai Rp satu Juta.

“Lalu kalau yang sudah ambil paket liburan misal ke Korea biasanya sudah diinfokan bila sewaktu waktu terjadi perubahan harga tiket maka akan dilakukan penyesuaian, tetapi rata-rata mereka mau bayar. Untuk ke Korea ini selisinya Rp 750 ribu hingga Rp satu Juta,” ujarnya.

===

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved