Berita Palembang

Tulang Selangka Kapolda Sumsel Patah Diserempet Motor, Penabraknya Dibebaskan. Ini Kata Kapolda

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara memaafkan orang yang menabraknya. Kapolda mengaku menghukumnya tidak menyelesaikan masalah.

Editor: Siti Olisa
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Kapolda Sumsel bertemu dengan Vice Presiden Public Affairs and Government Relation Central Indonesia Region di ruang Suparto VIP B, Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Senin (7/1). 

Laporan wartawan Sripoku.com Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kondisi Kapolda Sumsel semakin membaik pasca diserempet oleh salah satu pengemudi ojek online, pada Sabtu Pagi.

Berbagai pihak datang secara langsung untuk menjenguk orang nomor satu di Polda Sumsel tersebut.

Hal serupa dilakukan, Vice Presiden Public Affairs and Government Relation Central Indonesia Region, Nawa Pamungkas.

Dirinya datang menemui Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas musibah kecelakaan yang menimpa beliau yang mengakibatkan Tulang Selangka Kapolda patah dan harus mengalami operasi.

"Hari ini kami datang berkunjung untuk menjenguk Pak Kapolda, semoga bapak segera pulih kembali," ujarnya, Senin (7/1).

Menurut Jenderal bintang dua tersebut, ia mengerti apa yang dipikirkan oleh Yongki. Dan tidak mempersoalkan masalah serempetan tersebut.

"Saya sangat paham mengenai musibah ini. Kemarin Yongki Sagita, sudah menemui saya bersama anak dan istrinya, beliau minta maaf. Karena saya sadari bahwa kecelakaan adalah kelalaian, semua orang pasti tidak menginginkannya. Kondisi saya juga sudah baik dan inshaallah tidak menghambat saya untuk bekerja kembali."

"Saya memaafkan beliau, mungkin beliau dalam kondisi lelah bekerja, mungkin sedang banyak beban pikiran. Beliau sudah minta maaf dan menyadari salahnya, menghukum beliau juga tidak akan menyelesaikan masalah bahkan justru akan menimbulkan masalah baru, khususnya bagi keluarga beliau. Semoga ini menjadi pelajaran bagi pak Yongki dan kita semua untuk lebih hati-hati dalam berkendara, demikian juga bagi saya, untuk saya jadikan sebagai bahan instrospeksi diri," ujarnya Zulkarnain.

Namun, Kapolda menghimbau kepada masyarakat secara luas untuk lebih berhati-hati dalam berkendara terutama para pengguna jalan, khususnya bagi para pengemudi kendaraan, untuk lebih berhati-hati ketika berada di jalan dan taat dengan aturan.

Lanjutnya, terkadang ketika sudah berhati-hati sekalipun bisa kecelakaan. Keberadaan kita di jalan, bukan saja bisa membahayakan diri kita tetapi juga bisa membahayakan orang lain.

"Hanya saja yang saya sayangkan, mengapa beliau harus melarikan diri, seharusnya bantu korban. Kalaupun takut dimassa, semestinya segera lapor kantor polisi terdekat. Kita jangan hanya berpikir tentang diri kita, tetapi belajar bersikap empati terhadap orang lain, apalagi korban dari perbuatan kita," ungkapnya.

TPA Sukawinatan Kekurangan Alat Berat, Petugas Bersihkan Sampah Hampir 24 Jam

Pasang Portal Parkir Sistem Autogate, Berikut Tarif Terbaru Masuk Kawasan JSC Palembang

Herman Deru Arahkan Saham Sriwijaya FC Agar Dimiliki Masyarakat

Sementara, Dirlantas polda Sumsel, Kombes Pol M Taslim Chairuddin saat diminta komentarnya menyampaikan, bahwa sebenarnya perdamaian dan permintaan maaf tidak manghapus pidana, karena laka bukan delik aduan.

Namun demikian hukum itu tidak kaku, apalagi kasus laka lantas, akibat kelalaian. Terutama ketika para pihak bersepakat memulihkan hubungan diantara mereka, kasus bisa dihentikan dengan konsep restoratif justice.

Lanjutnya, banyak pihak sebenarnya yang menyayangkan kejadian tersebut, oleh karena melihat prilaku pelaku yang tidak bertanggung jawab.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved