Tiga SMA Top di Palembang Ini Buka PPDB Januari

kini tiga sekolah akan membuka PPDB lebih awal melalui jalur Penelusuran Minat dan Potensi Akademik (PMPA).

Tiga SMA Top di Palembang Ini Buka PPDB Januari
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Beberapa siswa dan guru SMP undangan sedang mengantre mengumpulkan berkas untuk seleksi penerimaan siswa baru jalur Penelusuran Minat dan Prestasi Akademik di SMAN 1 PALEMBANG, Rabu (10/1/2018. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasca berlakunya sistem zonasi untuk PPDB SMA tahun lalu, kini tiga sekolah akan membuka PPDB lebih awal melalui jalur Penelusuran Minat dan Potensi Akademik (PMPA).

Ketiga sekolah tersebut yakni SMAN Sumsel, SMAN 1 dan SMAN plus 17 Palembang.

Alasan ketiganya memilih PPDB lebih awal karena baru tiga sekolah ini yang memakai kurikulum Cambridge.

Kepala SMAN 1 Palembang Nasrul Bani mengatakan, pihaknya sendiri menyediakan kuota 5% untuk jalur PMPA nanti. "PPDB ini kita bebas tidak menerapkan zonasi khusus SMAN 1, SMAN plus 17 dan SMAN Sumsel itu lintas Zonasi,” ujarnya saat dikonfirmasi via Whatsapp, Senin (24/12/2018).

MTs Negeri Buka Jalur PMPA Secara Online, Minimal Hafal 2 Juz. Daftar di Wesite ini

Smansa Palembang Siapkan 21 Kuota Untuk Pelajar Baru Jalur Masuk PMPA

APK SMA Sumsel Masih Rendah

Bagi para calon siswa yang ingin mendaftar melalui jalur PMPA ke tiga sekolah tersebut bisa pada tangga 10-11 Januari 2018. Selanjutnya tanggal 12 Januri Seleksi berkas dan tanggal 14 Januari pengumuman.

"Calon siswa harus memiliki prestasi akademik peringkat umum 1-3 setiap semesternya. Selain itu juara olimpiade sains dan hafidz Alquran minimal 5 juz," ungkapnya.

Menurutnya, alasan pihaknya menerapkan sistem PPDB lintas zonasi ini untuk menjaring anak yang cerdas baik yang pra-sejahtera dan mampu secara finansialnya.

“Nantinya akan ada tes TOEFL. Dari sana maka akan kita tentukan peringkatnya,untuk masuk ke kelas Cambridge. Dimana kita menyiapkan tiga kelas Cambridge dengan kapasitas maksimal 20 siswa,” ujarnya.

Selain itu, nantinya akan ada pemetaan yang menghasilkan silabus khusus, di mana anak itu belajar kurikulum Cambridge dan nasional secara bersamaan.

“Pelaksanaannya itu tingkat keluasan materi lebih tinggi dibanding nasional dan juga bahasa penyampaiannya kita usahakan dominan bahasa Inggris,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala SMAN Sumsel, M Ridwan Aziz. Alasan SMAN Sumsel lintas zonasi untuk PPDB, memang dari awal berdiri siswanya sudah diseleksi dari seluruh kab/kota di Sumsel.

"Malah angkatan pertama siswanya ada yang dari Bali, Jawa, Aceh, dan Kalimantan. Jadi kita memberikn beasiswa penuh kepada mereka yang berprestasi dan berasal dari keluarga pra sejahtera," terangnya.

Sementara untuk penerapan kelas Cambridge sudah lama diterapkan. Bahkan untuk di Sumsel, pihaknya sudah menjadi pelopor akan pengimplementasian kurikulum internasional tersebut.

"Sistem seleksi siswa benar-benar ketat, ada beberapa kriteria yang menjadi persyaratan untuk masuk ke SMAN Sumsel. Maka itu kita tidak termasuk dalam PPDB zonasi," ujarnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved