Berita Palembang

Polsek Sukarame Palembang Gagalkan Penyelundupan Ganja 16,5 Kg dari Aceh ke Palembang

Penyelundupan Ganja 16,5 dari Aceh ke Palembang untuk Tahun Baru Digagalkan Polsek Sukarame Palembang

Polsek Sukarame Palembang Gagalkan Penyelundupan Ganja 16,5 Kg dari Aceh ke Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara. 

Penyelundupan Ganja 16,5 dari Aceh ke Palembang untuk Tahun Baru Digagalkan Polsek Sukarame Palembang

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jaringan peredaran narkoba lintas daerah yang dibawa langsung dari Aceh kembali digagalkan oleh pihak Kepolisian Polsek Sukarame Palembang, Kamis (20/12/2018).

Sebanyak 16,5 kilogram ganja yang coba diselundupkan lewat jalur darat tersebut dibawa dari Aceh menggunakan bus dengan tujuan Kepulauan Bangka untuk diedarkan saat malam tahun baru.

Kapolresta Palembang Kombespol Wahyu Bintono Haribawono didampingi Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda mengatakan, penangkapan terhadap Pelaku pengedar narkotika jenis ganja tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa akan adanya transit pembawa ganja di wilayah Sukarami pada tanggal 28 November lalu.

Atas info tersebut kemudian polisi melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi yaitu loket damri di Jalan Kolonel H Burlian Km 9 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang.

Setelah itu petugas pun mendapatkan tersangka Zainal (32) warga Dusun Sukadamai Gampong Bangka Jaya Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Provinsi Aceh dengan barang bukti lebih kurang 16,5 Kilogram Ganja.

"Yang bersangkutan merupakan warga Aceh Utara. Saat dilakukan penggeledahan terhadapnya, maka didapatilah 15 paket narkotika jenis ganja. Yang apabila ditimbang kurang lebih 16,5 kilogram," ujar Kapolres saat ungkap kasus di Mapolsek Sukarami Palembang.

Dikatakan Wahyu, berdasarkan pengakuan tersangka yang bersangkutan mengakui bahwa barang haram tersebut berasal dari Aceh yang dipasok ke wilayah Bangka.

"Tersangka dipandu melalui HP dan akan bertemu dengan seseorang di Muntok. Tapi alhamdulillah saat barang tersebut tiba di Palembang, sudah bisa digagalkan," ujarnya.

Menurut Wahyu, kasus tersebut harus dikembangkan lagi tidak hanya mengacu dengan pengkauan tersangka saja.

Kemudian terhadap tersangka dikenakan pasal 114 Undang-undang RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman seumur hidup.

Disamping itu tersangka Zainal mengaku jika menghantarkan barang haram tersebut mendapatkan upah Rp.500ribu per paket. Jadi jika di total ia mendapatkan upah Rp7,5 juta.

"Saya belum tahu barang itu akan diberikan dengan siapa, saya naik bus pelangi dari Aceh. Tiba di palembang saya transit naik damri menuju kebangka. Tapi saat di loket saya susah tangkap," ujarnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved