SFC Update
Prioritaskan Sriwijaya FC, Rizsky Tunggu Keputusan Manajemen Sambil Reuni Main Futsal
Striker Sriwijaya FC Rizsky Dwi Ramadhana memprioritaskan untuk memperkuat Sriwijaya FC di musim 2019 mendatang.
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Siti Olisa
Laporan Wartawan Sripoku.com , Resha
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Striker Sriwijaya FC Rizsky Dwi Ramadhana memprioritaskan untuk memperkuat Sriwijaya FC di musim 2019 mendatang.
Walaupun, ia masih menunggu keputusan dari manajemen terkait masa depannya bersama tim berjuluk Laskar Wong Kito.
Sebagai Putra Daerah, pemain yang akrab disapa Eki ini terpanggil untuk membantu timnya yang saat ini terdegradasi dari kasta tertinggi di Indonesia itu.
Meskipun saat ini, ia mengakui banyak tawaran untuk manggung di klub lain.
• BPJS Kesehatan Jamin Tak Ada Penolakan Selama Proses Integrasi Jamkesda
• Kemenag Pagaralam Akui Angka Pernikahan Dini di Pagaralam Kecil. Faktor Ini Penyebabnya
• Aksi Vandalime Kembali Penuhi Fly Over Simpang Jakabaring Palembang
“Insya Allah prioritas di sini. Cuma kalau komunikasi (dari klub lain) ada, tapi belum sampai serius. (Klub dari) Liga 1 ada, Liga 2 juga ada,” ujarnya saat diwawancarai Rabu (19/12/2018).
Memang, kontraknya akan habis bulan Maret 2019 nanti. Eki pun masih menunggu keputusan hasil pembicaraan dari manajemen, ditambah lagi klub masih harus melakoni babak 32 besar Piala Indonesia 2018, bertemu Cilegon United.
Laga itu pun, belum jelas kapan akan digelar kembali. Untuk itulah, saat ini dirinya memilih untuk reuni dengan beberapa koleganya yang ada di Palembang.
• PT SOM Persilahkan Siapapun yang Ingin Mengambil Alih Sriwijaya FC Dengan Syarat Ini
• Diduga Salah Paham, Pria Ini Pukul Rekan Satu Desanya Pakai Kayu hingga Berhasil Ditangkap
• Kejurnas Sport 250cc IRS 2018, Pebalap Astra Honda Duduki Peringkat Kedua
“Kami ada kan kumpulan (pemain) orang-orang Palembang. Kalau ada kumpul-kumpul main Futsal latihan sama-sama. Ada Hapit, dan lain-lain. Kita main futsal, bola, sekalian jaga-jaga kondisi juga kan,” ungkapnya.
Selagi menunggu panggilan kembali, ia terus mengasah kemampuan bersama koleganya yang sama-sama berdomisili di Palembang itu. Sehingga ketika saatnya ada panggilan, mereka bisa lebih siap dan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi kembali.
“Kumpul belum tau kapan, kita nunggu kabar dari manajemen. Kalau katanya kumpul, ya baru kumpul,” jelasnya.