Silahkan Cek, 22 Aplikasi Android Menyedot Baterai dan Kuota Internet, Berkut Daftarnya Lengkapnya

e-22 aplikasi yang terdiri dari berbagai jenis itu rupanya diam-diam menampilkan iklan dengan berkamuflase sebagai sebuah antarmuka aplikasi lain.

Silahkan Cek, 22 Aplikasi Android Menyedot Baterai dan Kuota Internet, Berkut Daftarnya Lengkapnya
pixabay/Parker_West
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM  Google kabarnya menghapus 22 aplikasi Android yang diduga terjangkit malware dari Play Store.

Puluhan aplikasi ini disebut dapat mengisap daya baterai dan kuota internet pengguna.

Bagaimana bisa? Ke-22 aplikasi yang terdiri dari berbagai jenis itu rupanya diam-diam menampilkan iklan dengan berkamuflase sebagai sebuah antarmuka aplikasi lain.

Anda Perlu Tahu, Bolehkah Gunakan Jeruk Nipis Untuk Hilangkan Bau Amis Ikan? Inilah Penjelasannya

MUSIM HUJAN, Sebaiknya Jangan Pakai Ban Ini, Berbahaya Jika Digunakan

Aplikasi terjangkit malware itu pertama kali diungkap oleh perusahaan anti-virus Sophos.

Tampilan aplikasi tersebut juga tak terlihat, sebab ukuran jendelanya sendiri memiliki masing-masing panjang dan lebar sebesar 0 piksel, alias tak tampil di layar ponsel.

Sejatinya, aplikasi "tuyul" itu bakal menempel di peramban ponsel, misalnya Google Chrome, lewat tab baru, kemudian sang malware menyisipkan iklan secara terselubung di situ.

Nah, jika salah satu dari 22 aplikasi berbahaya di atas dibuka, sang malware akan menjalankan tugasnya dengan menampilkan iklan di tab tersebut, lalu secara otomatis dan berulang akan diklik oleh ponsel, bahkan meski browser tidak dibuka.

7 Tempat Situs Sejarah Menakjubkan Yang Berada di Afrika, Ada Masjid Yang Dibangun Pada Abad ke-14

NGILER Mengindikasikan Ganguan Syaraf, Berikut 5 Cara Yang Dapat Menghilangkannya

Agar Anak Bisa Berenang dan Berani Belajar, Gunakan Teknik Berikut Ini

Parahnya lagi, kegiatan klik iklan fiktif, menurut Sophos, telah menjangkit sekitar 2 juta perangkat Android karena pengguna telah mengunduh salah satu aplikasi berbahaya tersebut.

Namun, untuk saat ini, pengguna dapat mengendus keberadaan malware dengan menelisik penggunaan kuota data Internet serta daya baterai.  

Jika kuota cepat habis walau tidak digunakan atau baterai menunjukkan keborosan yang tak wajar, bisa jadi perangkat pengguna terserang malware.

Halaman
12
Editor: ewis herwis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved