Pada 2021, Kementerian Pertanian Optimis Swasembada Bawang Putih

Komitmen Kementan untuk mewujudkan target swasembada bawang putih pada 2021 mulai membuahkan hasil. Sentra-sentra produksi bawang putih pada periode

Pada 2021, Kementerian Pertanian Optimis Swasembada Bawang Putih
https://ekonomi.kompas.com/
Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi saat melakukan program swasembada bawang putih. (Dok. Humas Kementrian Pertanian) 

SRIPOKU.COM - Komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mewujudkan target swasembada bawang putih pada 2021 mulai membuahkan hasil.

Sentra-sentra produksi bawang putih pada periode 90-an yang pernah jaya seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar, Malang, Lombok Timur kini bangun dari tidur panjangnya. Tak hanya itu, sentra baru produksi bawang putih pun meluas.

Berita Lainnya:
Campuran Bawang Putih dan Susu Bisa Pulihkan Impotensi
Aliccin Pada Bawang Putih, Membantu Meningkatkan Libido

Tak hanya di wilayah Jawa tetapi juga di luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, bahkan sampai ke Papua,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Suwandi di Jakarta, seperti keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (5/12/2018)

Suwandi menegaskan, sejak program menuju swasembada bawang putih digulirkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 2017, telah terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan.

Untuk tahun 2018 saja, penanaman bawang putih terus digenjot hingga lebih dari 10.000 hektar (ha) setelah bertahun-tahun tidak beranjak dari kisaran 2000-an hektar setahun.

“Artinya, naik 500 persen tanam tahun ini. Tahun 2019 nanti kami akan kejar tanam 18.000 ha untuk mencapai swasembada benih,” tegasnya.

Maka dari itu, Suwandi mengatakan, pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tercatat pada APBN 2017, telah dialokasikan anggaran untuk 3.273 ha di 8 kabupaten dan pada 2018 meningkat menjadi 5.949 ha yang tersebar di 79 kabupaten.

"Tahun depan kami upayakan minimal 10.000 ha lagi dari APBN dan 8.000 ha dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. Tentunya ini akan semakin memantik geliat bawang putih di dalam negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi menguraikan wilayah Sumatera yang selama ini tidak terdengar akan pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan.

Contoh di Aceh Tengah ada di 6 wilayah, yakni Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan.

Di wilayah Sumatera Utara malah muncul tiga sentra baru potensial yaitu Karo, Simalungun dan Humbang Hasundutan.

Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim hingga OKU Selatan.

"Wilayah gugusan Bali, Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi seperti di Tabanan, Bangli, lombok timur, di NTB, TTS di NTT. Pun dengan Zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minsel,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sentra baru yang tumbuh dan berkembang umumnya menggunakan varietas lokal, seperti Lumbuh Hijau, Lumbuh Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun dan Tawangmangu Baru.

Rata-rata produktivitasnya 8 hingga 15 ton per ha dan bisa di panen setelah berumur 110 sampai 130 hari setelah tanam.

"Kami yakin, dengan melihat dinamika dan perkembangan lapangan, swasembada bawang putih bisa kami raih dan capai pada 2021,” tutup Suwandi.

Penulis: Mico Desrianto

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://ekonomi.kompas.com/ dengan Judul:
Pada 2021, Kementan Optimis Swasembada Bawang Putih

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved