Berita Palembang

Guru dan Siswa SDN 226 Palembang Asyik Bermain Permainan Tradisional

Sejumlah siswa dan guru berhamburan di halaman sekolah dan mula memainkan permainan tradisional yang lazim dilakukan anak-anak

Penulis: Yuliani | Editor: Siti Olisa
SRIPOKU.COM/YULIANI
Para guru dan Siswa SDN 226 Palembang Saat Asyik Bermain Permainan Tradisional, Kamis (8/11/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemandangan berbeda terlihat di SDN 226 Palembang, Kamis (8/11/2018).

Sejumlah siswa dan guru berhamburan di halaman sekolah dan mula memainkan permainan tradisional yang lazim dilakukan anak-anak saat jam bermain.

Tak hanya siswa saja, para guru pun ikut bermain seperti congklak, lompat tali, bakiak, etak umpet, gelasin, dampu, bentengan hingga merangkai ketupat.

Baca: Cemas Disuruh Berhenti Oleh Petugas Kepolisian, Orangtua di OKI Ini Malah Dapat Helm Gratis

Fungsioanal Umum Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumbar Dirjen Kebudayan Kemendibud Wilayah Kerja Sumbar, Bengkulu dan Sumsel, Maryetti mengatakan, lewat kegiatan melestarikan permainan tradision ini diharapkan siswa tetap mendapatkan pengalaman masa kecil yang bahagia.

"Perkembangan zaman yang serba dilakukan dengan teknologi, seakan menggerus warisan budaya. Maraknya permainan semacam PS, Nintendo, X-box, dan sejenisnya, membuat anak-anak saat ini tak lagi mengenal permainan tradisional," ujarnya di sela kegiatan permainan tradisional.

Baca: Soal Pemasangan Portal di Jalan Pendekat Fo Bandara, Pemkot Pastikan Dibayar Besok

Maka itu, hal inilah menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam membentuk karakter anak bangsa dengan Mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa SD.

Menurutnya, permainan tradisional dinilai memiliki peran penting dalam mendidik karakter anak.

"Usia anak-anak merupakan masa emas yang harus diberdayakan dengan optimal. Saat ini kebanyakan anak hanya gemar bermain gadget dan tidak mengetahui permaianan teridisional yang sebenarnya memiliki banyak manfaatnya bagi siswa," ungkapnya.

Ia mengaku, mengenalkan permainan tradisonal menjadi salah bentuk realisasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan dalam pembentukan karakter anak.

Baca: Kuota CPNS Daerah & Instansi Sumsel Terancam Tak Terpenuhi. Ini Langkah Bijak BKN, Ada Kesempatan!

Ada sepuluh macam permainan tradisional yang dikenalkan kembali pada siswa seperti yeye (permainan lompat karet), kelereng, engrang, bakiak dan lain sebagainya.

"Karakter yang dapat dibentuk dalam permainan tradisional ini yakni kejujuran, kerjasama, menghormati teman, keberanian dan lain sebagainya. Semuanya sangat bermanfaat bagi anak-abak dalam masa perkembangan,"ujarnya.

Ditambahkannya, di Sumsel sendiri ada tiga sekolah yang menjadi sasaran realisasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan ini, yakni SDN 55, 109 dan 226 Palembang.

Baca: Kuota CPNS Daerah & Instansi Sumsel Terancam Tak Terpenuhi. Ini Langkah Bijak BKN, Ada Kesempatan!

"Kami harap setiap sekolah bisa melestarikan permainan tradisional ini. Luangkan waktu sejenak untuk tidak memegang gadget dan mengajak anak bermain permainan tradisional," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 226 Palembang Hj. Yalestyawati ,S.Pd, M.Si. mengatakan, permainan tradisional sangat bermanfaat, diantaranya mengembangkan kemampuan bersosialisasi karena selalu dimainkan bersama-sama, mengasah kemampuan kognitif anak, sekaligus melatih kemampuan motorik kasar dan motorik halus.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved