Tsunami di Palu

Ferry Rotinsulu Rela Lepaskan 6 Jersey Kesayangan, Gelar Lelang Demi Bantu Korban Tsunami di Palu

Ferry Rotinsulu Rela Lepaskan 6 Jersey Keseyangan, Gelar Lelang Demi Bantu Korban Tsunami di Palu

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Ferry Rotinsulu Rela Lepaskan 6 Jersey Kesayangan, dengan menggelar Lelang Demi Bantu Korban Tsunami di Palu. Lelang sudah dilakukan sejak lama dan Minggu (14/8) nanti akan digelar pula lelang jersey.

Dengan raut muka yang masih terlihat trauma, Ferry Rotinsulu yang baru saja tiba di Palembang, menggelar jumpa pers dan acara lelang jersey kesayangannya di Cafe Sriwijaya FC di Komplek PS, Rabu (10/10/2018), untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

Ferry pun mengaku masih trauma dengan kondisi yang dialaminya, sebab diakuinya, selama 10 hari dia bertahan di pengungsian bersama keluarga besar dari bencana untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

"Saya masih trauma, 10 hari bertahan di pengungsian pasca gempa dan tsunami itu, 10 hari itu pula, gempa susulan terus terjadi," ujar Ferry yang didampingi teman dekatnya, Raysid Irfandi alias Pedoo terkait dengan donasi dari korban bencana Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

Merasakan penderitaan langsung dan bergulat melawan keadaan yang tidak menentu Ferry merasakan bagaimana sulitnya kondisi yang dialami. Sebab dalam kondisi kekurangan bahan makanan, trauma pasca gempa dan Tsunami di Palu yang belum lah hilang, para pengungsi pun dilanda persoalan kekurangan bahan makanan, bahan bakar dan lainnya. Maka dia akan bekerja keras untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

"saya turut merasakan itu, sebab gempa itu begitu cepat dan mencekam, kami berlari ke tempat yang lebih tinggi menyelamatkan diri, bahkan saya juga berusaha mencari adik saya, yang anak masih kecil, ke atas gunung di kampung saya, jaraknya sekitar 500 meter. Saya cari dia karena memang, tidak boleh terlalu tinggi naik ke gunung justru berbahaya," ujar Ferry mengungkapkan latar belakang bagaimana nazarnya ini, untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

Diakuinya, sang adik bersama keponakannya itu ditemukan dalam keadaan selamat, namun rumahnya dan rumah keluarganya di kampung semua hancur berantakan, bahkan bibinya, sejauh ini masih belum ditemukan pasca Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

"Maka itu sepualng dari Palu, saya punya nazar, apapun akan saya lakukan demi bisa membantu keluarga saya yang mengalami bencana di Palu dan penduduk serta masyarakat di sana untuk menggalang dana," jelas Ferry yang bertekad untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

Klik Video Curhat Ferry Rotinsulu Bagaimana Mencekamnya suasana di Palu ketika dilanda Tsunami:

Maka itu, Ferry kemudian memutuskan melelang baju-baju bersejarahnya baik ketika memperkuat Sriwijaya FC di pertandinga penting seperti final Liga I Indonesia, Double Winner, Juara ISL, ketika Sriwijaya FC menjalani pertandingan di AFC Cup diantaranya menghadapi TSW Pegasus, serta di Timnas untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala. "Total ada 6 jersey, 3 diantaranya sudah saya lelang di Instagram," jelas Ferry.

Rasyid Irfandi menambahkan, total ada 6 jersey, 3 sudah dilelang di instragram, sementara 1 sudah dibeli Sriwijaya FC lewat donasi dari H Muddai Madang Direktur Utama PT SOM, dan Presiden Klub H Dodi Reza Alex, sebear Rp 10 juta, untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala."2 lagi akan dilelang pada Minggu malam di Palembang Icon bersama para komunitas EO," ujar Pedoo sapaannya.

Diakui Ferry, dia baru saja pulang ke Palembang, sebelumnya dia langsung berangkat ke Lampung bergabung kembali dengan klubnya Lampung Sakti dimana dia menjadi pelatih kiper."Tetapi memang saya izin pulang ke Palembang, karena anak saya yang tua menangis terus cari-cari saya, dan klub mengizinkan," ujarnya menjelaskan bagaimana dia pulang pasca Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

Sriwijaya FC Turut Bercuka Cita
Sekretaris PT Faisal Mursyid menambahkan, Ferry adalah legenda hidup Sriwijaya FC, bagian yang tidak terpisahkan dari tim karena selama 10 tahun memperkuat Laskar Wong Kito, Ferry tidak pernah pindah, dia menunjukkan loyalitasnya selama bersama Sriwijaya FC. Maka SFC mendukung niat Ferry untuk membantu korban Tsunami di Palu dan Gempa Donggala.

"Adinda kami Ferry Rotinsulu bagian dari sejarah yang tidak terpisahkan dari Sriwijaya FC, sejak 2004 hingga 2013 dia bersama klub ini. Dia mendapatkan dua kali musibah ketika ibunya meninggal dan kemudian dilanda gempa dan Tsunama di Palu, Donggala dan Sigi, maka itu kami dari keluarga besar Sriwijaya FC turut berduka cita atas kepergian ibunda Ferry dan juga bencana alam yang menimpa adinda kami Ferry dan keluarga," ujar Faisal.

Wakil Manajer SFC Ahmad Haris juga turut mengucapkan berduka cita atas kondisi Ferry dan keluarga, semoga terus diberikan kekuatan."Kami yakin Allah punya rencana lain dan memberikan terbaik setelah ini," ujar Ahmad haris.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved