Berita Palembang

Berita Palembang: Pulang Solat Api Sudah Membesar. Suwarno dan Sahiro Hanya Tinggal Baju di Badan

Suwarno mengatakan, saat kejadian kebakaran tersebut, rumahnya sedang kosong ditinggal solat (salat) maghrib di masjid.

Berita Palembang: Pulang Solat Api Sudah Membesar. Suwarno dan Sahiro Hanya Tinggal Baju di Badan
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Suwarno korban kebakaran di Paras Jaya Kecamatan SU 2 Palembang mengumpulkan puing-puing, Kamis (11/10/2018). 

Berita Palembang: Pulang Salat Api Sudah Membesar. Suwarno dan Sahiro Hanya Tinggal Baju di Badan

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Musibah kebakaran yang menghanguskan satu rumah dua lantai yang dihuni tiga kepala keluarga (KK) di Lorong Paras Jaya 1 Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) 2 Palembang pada Selasa (25/9/2018) lalu menyisakan duka mendalam bagi pasangan suami istri Suwarno dan Sahiro.

Pasalnya akibat kejadian itu, mereka harus rela kehilangan tempat tinggal serta barang-barang berharga lainnya yang hanya menyisakan pakaian dipakai di badan.

Suwarno mengatakan, saat kejadian kebakaran tersebut, rumahnya sedang kosong ditinggal solat (salat) maghrib di masjid.

Baca: Berita Palembang : Berkeliaran Saat Jam Sekolah, Satpol PP Sumsel Ciduk Puluhan Pelajar Palembang

Baca: Awalnya Cinlok! 5 Artis Ini Akhinya Dinikahi Sama Bosnya Sendiri, Simak No Terakhir

Kemudian api cepat membesar menyambar bagian yang mudah terbakar lainnya.

"Pasca kebakaran hampir dua minggu lalu, belum ada bantuan dari pemerintah, kami sangat menantikan perhatian dari pihak berwajib. Sebab, kami keluarga kami di sini sudah berpencar mencari tempat tinggal," ungkap pria 55 tahun yang akrab disapa Wak Abu ini dijumpai Sripoku.com, Kamis (11/20/2018).

Sahiro istri dari Wak Abu ini menambahkan, bahwa bantuan saat ini mengalir kepada keluarganya melainkan dari warga sekitar.

Meski demikian, kata dia, ada juga pihak staf kecamatan serta kelurahan sudah ada yang memberikan sumbangan, seperti pangan dan pakaian dari pribadi mereka masing-masing.

Baca: Awet Muda! 5 Artis Cantik Ini Layaknya Seumuran dengan Anak Kandungnya

Baca: 4 Cara Sadap WhatsApp Pasangan Diam-diam, Tanpa Ketahuan Tapi Jangan Disalahgunakan

"Kami tinggal menyisakan gubuk kecil ini untuk beristirahat, sedangkan untuk makan sehari-hari kami menunggu dari ketring makanan tetangga," jelas keluarga yang belum memiliki anak ini.

Ia mengakui, usaha jualannya sehari-hari serta surat penting lainnya hangus dilalap api dan tidak bisa diselamtakna.

"Bahkan, untuk tenda serta terpal kami belum menerimanya, sekarang keluarga korban kebakaran lainnya sdah pindah akibat trauma dan hanya kami yang tinggal di sini membersihkan sisa ouing hangus terbakar," jelasnya.

"Kami harap pemerintah cepat tanggap dan memberikan perhatian kepada warganya yang sedang terkena musibah," tambah Wak Abu.

Sementara, staf Kecamatan SU 2, Heri Candra menuturkan, bahwa sebagai warganya, dirinya bersam staf lainnya, hanya memberikan bantuan sukarela dan sudah diserahkan.

"Kita bantu sukarela dari gaji masing-masing staf kecamatan serta kelurahan hlguna meringankan warga kita tang terkena musibah," jelas pria yang juga menjabat Kasi Trantib di Kecamatan SU 2 Ini.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help