Berita Palembang

Waspadalah! Jika Bertemu Orang tak Dikenal Mengaku Bisa Ini dan Itu. Bisa Jadi Anda Bakal Tertipu

Jo Sio Ling (62) warga Komplek PU Kelurahan Sekip Jaya Kecamatan Kemuning, Palembang menjadi korban hipnotis.

Waspadalah! Jika Bertemu Orang tak Dikenal Mengaku Bisa Ini dan Itu. Bisa Jadi Anda Bakal Tertipu
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ditemani anaknya, Jo sio Ling (62), melapor ke Polresta Palembang, sudah menjadi korban penipuan, Rabu (12/9) dengan modus hipnotis " Buka Aura Agar Bahagia". 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jo Sio Ling (62) warga Komplek PU Kelurahan Sekip Jaya Kecamatan Kemuning, Palembang  menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis, Selasa (11/9/2018).

Korban tak sadar sudah diperdaya tiga orang, dua diantaranya wanita yang menawarkan bisa membuka "aura kebahagiaan".

Akibat kejadian itu Jo SIo Ling mengalami kerugian mencapai Rp 190 juta berupa uang tunai dan emas 16 suku.

Penipuan dengan modus hipnotis ini terungkap ketika Jo Sio Ling melaporkan kejadian yang dialaminya ke Sentra
Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (12/9).

Kepada petugas piket pengaduan, Jo menuturkan kejadian yang dialaminya pada Selasa (11/9), pagi di Pasar Kuto Palembang saat dirinya sedang belanja sayur seperti biasanya.

"Saat itu saya sedang belanja pak, terus ada perempuan yang tak saya kenal, ia nanya kalau cari daun sirih merah sama tapak gajah dimana untuk berobat suaminya, ya saya jawab saya gak tau,"ungkapnya.

Baca: Jambret Ponsel Pelajar, Rudi Mendekam di Jeruji Besi Polres OKU

Kemudian, datang kembali satu perempuan lagi, yang mengatakan memang benar obat itu ada, dan dia mengatakan pernah menyembuhkan mertuanya dengan obat itu.

"Karena percaya saat itu kami bertiga mencari obat itu. Lalu di jalan saya bersama dua perempuan yang saya tidak kenal itu bertemu dengan seorang laki-laki. Dua orang perempuan itu mengaku kenal dengan laki-laki itu, mereka pun mengatakan mereka habis joging dan akhirnya untuk mencari obat tersebut mereka saya ajak ikut naik mobil saya," ungkapnya.

Di tengah jalan, laki-laki itu mengaku sebagai cucu seorang kakek yang bisa mengobati orang dan mengatakan kepada korban bila dia mengetahui semua tentang keluarga korban.

"Saya itu dia langsung tahu nama saya pak, dia tahu anak saya ada enam dan suami saya yang sudah meninggal,
dari situ saya mulai percaya pak," bebernya.

Baca: Puluhan Driver Online Tergabung dalam ADO Sumsel Somasi Aplikator Grab dan Gojek

Laki-laki itu juga mengatakan harus menyediakan satu genggam beras untuk kemakmuran, uang untuk aura dan emas untuk cahaya dan dikumpulkan sebanyak mungkin yang korban miliki dan dibungkus kantong kresek hitam masing-masing syarat.

Jika korban tidak bisa menyediakan apa yang dimintanya, anak korban ada yang akan meninggal. "laki-laki itu bilang jika tidak saya turuti anak saya yang nomor empat akan meninggal," katanya.

Akhirnya korban menyanggupi mengambil uang tunai Rp 10.700 dan emas sebanyak 16 suku setelah di berikan, pelaku masih mengajak korban ke atm dan menarik uang kembali. Malamnya korban baru sadar jika ia sudah
tertipu dan mengalami kerugian sebesar Rp 190 juta.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan adanya laporan korban.

"Laporan sudah kita terima dan akan segera kita tindak lanjuti," ungkapnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help