Berita Palembang

Jangan Takut Vaksin Rubella, Hukumnya Dibolehkan sampai Ada Vaksin lainnya

untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka MUI pusat membolehkan masyarakat untuk memvaksinasi dan menyebarluaskan vaksin.

Jangan Takut Vaksin Rubella, Hukumnya Dibolehkan sampai Ada Vaksin lainnya
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Zainut Tauhid saat diwawancarai awak media, Minggu (2/9/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Majelis Ulama Indonesia telah mengambil sikap mengenai polemik vaksin Measles Rubella (MR). Sikap ini dikeluarkan diharapkan bisa membantu mengakhiri ketidakkepastian bagi warga Muslim untuk mengimunisasi anak mereka.

Wakil ketua MUI, Zainut Tauhid sa'adi mengungkapkan fatwa resmi yang dikeluarkan MUI menjadi dasar bagi masyarakat Muslim guna melindungi anggota keluarganya menggunakan vaksin.

"Maksud utama fatwa sebagai bentuk Iktihiar kita untuk memberikan kekebalan tubuh pada diri setiap anak kita. Untuk dasar hukumnya mubah. Itu boleh tapi dengan catatan vaksin yang digunakan harus halal," ungkapnya kepada Sripo, Minggu (2/9).

Namun, untuk saat ini vaksin MR justru mengandung bahan yang tidak halal. Vaksin MR mengandung enzim babi, tapi saat ini penggunaannya dibolehkan karena beberapa alasan, di antaranya belum tersedianya vaksin yang benar-benar halal dan untuk mencegah efek buruk ketika anak tak diimunisasi.

"Bagaimana dengan vaksin MR, vaksin MR setelah kami periksa di LBPOM memang terindikasi dibuat tidak halal karena mengandung zat babi. Namun, untuk mengatasi keadaan seperti saat ini kami sudah memanggil beberapa ahli terkait dengan bahaya penyakit yang ditimbulkan jika tidak diimunisasi."

"Hasilnya, para ahli sepakat bahwa ini berbahaya karena temuan-temuan yang sudah terjadi yang mengakibatkan jika tidak diimunisasi anak akan mengalami dampak yang buruk," ujarnya.

Lanjutnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka MUI pusat mengambil kebijakan membolehkan bagi setiap masyarakat untuk menyebarluaskan vaksin ke masyarakat.

"Karena ini ada persoalan mendesak yang harus dihadapi masyarakat Indonesia terkait bahaya penyakit campak dan sementara vaksin halal belum ada maka MUI, menetapkan boleh digunakan dengan tentuan goruroh artinya dalam keadaan darurat. Karena yang halal belum ditemukan, tapi kedaruratan ini harus ada batasan waktunya, untuk itu kita minta pemerintah mengupayakan harus dicari vaksin yang halal," tutupnya. (mg2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved