Berita Palembang

Atasi Illegal Tapping. Konsultan Energi & SDA Sumsel : Bukan Dengan Kekerasan Tapi Cara Persuasif

Kalau kita lihat polanya yang mencuri ini memang orang pintar dan diduga orang-orang yang pernah bekerja

Atasi Illegal Tapping. Konsultan Energi & SDA Sumsel : Bukan Dengan Kekerasan Tapi Cara Persuasif
IST
Konsultan Energi & SDA, Ir. Ach. Syamsu Rizal Asir, MBA. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Siti Olisa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Maraknya pencurian minyak mentah (illegal tapping) yang terjadi di Sumsel menjadi perhatian khusus bagi pelaku industri minyak.

Menurut Konsultan Energi dan Sumber Daya Alam Sumsel, Ir. Ach. Syamsu Rizal Asir, MBA  yang pernah menjabat sebagai tenaga ahli SKK Migas ini menilai ilegal tapping ini bisa diminimalisir dengan pendekatan persuasif.

Baca: Jamu Selangor FC, Persija Jakarta Rencanakan Pertandingan di Gelar Wibawa Mukti

"Untuk menanggulangi ini, seperti SKK Migas dengan perusahaan minyak lainnya sudah melakukan kolaborasi dengan kepolisian. Kalau kita lihat polanya yang mencuri ini memang orang pintar dan diduga orang-orang yang pernah bekerja di lingkungan industri migas, karena kalau orang biasa tidak bisa melakukan hal ini," ujarnya.

Untuk menanggulangi ilegal tapping ini tidak bisa dengan kekerasan, tetapi harus dilakukan dengan ajakan (persuaif).

Baca: Gomez Setuju Jika Latihan Persib Gunakan Lapangan ITB

Pria yang pernah menjabat sebagai Deputi Umum dan Operasi BP Migas ini mengatakan yang harus dilakukan juga adalah koordinasi dengan Pemerintah Daerah.

"Masyarakat ini kan adalah masyarakat Pemda, jadi sebaiknya Pemda yang berperan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan ilegal tapping ini karena akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sudah banyak kejadian yang merugikan akibat ilegal tapping ini," ujar pria kelahiran Muara Rupit, Musi Rawas Utara ini.

Baca: Kapolres OKU Resmikan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat

Namun yang menjadi masalah saat ini adalah sejauh mana keterlibatan Pemda dalam mengatasi masalah ini, apalagi sekarang zaman otonomi, mungkin Pemda punya hal-hal yang dianggap lebih penting lainnya.

"Mestinya Pemda juga dilibatkan. Pemda bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dikumpulkan diberikan pencerahan dan dicarikan solusinya bersama," ujarnya.

Baca: Kapolres OKU Resmikan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat

Lebih jauh Instruktur Pelatihan Teknik Inspektur Migas ini mengatakan secara tidak langsung keberadaan perusahaan migas ini memberikan multilier effect bagi masyarakat.

"Biasaya perusahaan migas akan menyerap tenaga kerja  dari daerah setempat, begitu juga dengan perekonomian di masyarakat sekitar," ujarnya. 

Baca: Meski sudah Pergi, Petrovic Ternyata Masih Pakai Program Peninggalan Dule

Keberadaan operasi migas bisa menghidupkan industri kecil di sekitar kawasan. "Misalnya kebutuhan cathering dan sebagai bisa dispulai dari warga setempat dan banyak lagi yang lainnya," ujarnya.

Sedangkan untuk Pemda sendiri ada yang namanya bagi hasil. "Sehingga dengan adanya koordinasi dengan baik, akan terjadi sesuatu yang saling menguntungkan. Sebaliknya jika dilakukan dengan kekerasan, kejadian yang sama akan kembali terulang. Misalnya pelaku ilegal tapping ini ditangkap, setelah dilepaskan kemungkinan kembali melakukan hal yang sama itu besar," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved