Berita Muaraenim

Dianggap Lakukan Pelanggaran Berat, SMK N 1 Muaraenim Keluarkan 11 Siswi dari Sekolah

Diduga telah melakukan pelanggaran berat dan mencemarkan nama baik sekolah, sebanyak 11 orang Siswi SMKN 1 Muaraenim kelas 12 (kelas 3) terpaksa

Dianggap Lakukan Pelanggaran Berat, SMK N 1 Muaraenim Keluarkan 11 Siswi dari Sekolah
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak gedung baru SMKN 1 Muaraenim yang berdiri megah di Kota Muaraenim. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-- Diduga telah melakukan pelanggaran berat dan mencemarkan nama baik sekolah, sebanyak 11 orang Siswi SMKN 1 Muaraenim kelas 12 (kelas 3) terpaksa dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan ke orangtuanya masing-masing, Selasa (28/8/2018).

Informasi dihimpun Sripoku.com di lapangan, kejadian tersebut berawal dari ada sekelompok siswi yang tergabung dalam gang Berani Mati, melakukan arisan antar sesama anggotanya yakni Ns, Mn, Jm, Sd, Vn, Mrt, St, Hl, Pls, Pa, dan Et yang tersebar dari Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Administrasi Perkantoran (AP) Multimedia dan Akuntansi.

Awalnya arisan tersebut berjalan lancar, namun lama-kelamaan mulai tersendat karena ada beberapa anggotanya yang malas membayar sehingga sering terjadi cekcok antar anggota mereka sendiri.

Kemudian mereka sepakat untuk menyelesaikannya di luar sekolah. Setelah jauh dari sekolah, kemudian terjadilah perkelahian secara bersama sesama dengan mengeroyok salah satu siswi SMKN 1 Muaraenim hingga ada sampai terluka kena gigit.

Dan yang parahnya lagi tidak hanya sebatas perkelahian, salah satu siswa yang terlibat pengeroyokan melakukan perekaman melalui kamera HP yang sebelumnya sudah diatur. Atas kejadian inilah pihak sekolah mengambil tindakan tegas yang dianggap karena telah melakukan pelanggaran berat yang bakal merusak nama baik dan citra SMKN 1 Muaraenim.

Ketika dikonfirmasi ke Kepsek SMKN 1 Muaraenim Misniati, membenarkan jika pihaknya mengembalikan ke 11 siswa ke orangtuanya masing-masing, karena pihaknya menilai perbuatan mereka sudah mencemarkan nama sekolah dan termasuk pelanggaran berat.

Sebenarnya, mereka ini sudah sering melakukan pelanggaran sejak dari kelas 10 (kelas 1), namun pihaknya berupaya terus melakukan pembinaan.

Namun ternyata kelakuan mereka tidak berubah, malah sering melakukan pelangggaran tata tertib sekolah dan puncaknya pada tanggal 15 Agustus 2018 lalu, ke 11 siswi ini melakukan pelanggaran berat dan tidak bisa ditolerir lagi.

Bahkan pihaknya sudah sering menegur secara lisan maupun tertulis karena kenakalan mereka hingga memanggil orang tua atau wali mereka ke sekolah.

"Jadi saat ini, ke 11 siswi itu kami skorsing, sambil memberikan kesempatan untuk pindah ke sekolah lain," ujarnya.

Dikatakan Misniati, ada beberapa pelanggaran yang kategori berat dalam peraturan sekolah kami yakni Narkoba, tawuran, pencemaran nama baik sekolah dan mencuri. Jika siswa melakukan salah satu pelanggaran tersebut maka kami tidak segan-segan mengeluarkannya. Dan kami hampir setiap waktu mengingatkan anak-anak untuk tidak melakukan atau terlibat hal tersebut.

Dan kita berharap, dengan kejadian ini, bisa membuat mereka sadar untuk tidak mengulanginya terutama di sekolah yang baru.

“Selama ini pihak sekolah masih bisa mentolerir kenakalan mereka. Mereka itu seperti memiliki group atau gank, mereka juga seperti sangat pandai menyembunyikan kenakalan mereka terhadap orang tua mereka, namun terakhir mereka sudah melakukan pelanggaran berat, melalui rapat sekolah akhirnya pihak sekolah memutuskan mengeluarkan mereka," tukas Misniati.(*)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help