Berita Palembang

Praktisi Branding dan Komunikasi Politik Sebut Tren Caleg yang Dibutuhkan Saat Ini

Personal branding sangat penting untuk mengambil hati pemilih, utamanya pemuda dan mereka sangat aktif di media sosial.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua GEMA Hanura Sumsel Qodri Usman SP mengungkapkan pendapatnya saat menjadi narasumber pada gelaran Ngopi Bareng #BungFK di Kedai Tiga Nyonya, Sabtu (11/8/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Praktisi branding dan komunikasi politik Universitas Bina Darma, Rahma Shanti, mengatakan bahwa tren pemimpin atau caleg saat ini dibutuhkan adalah personal branding dan networking atau jaringan.

"Personal branding sangat penting untuk mengambil hati pemilih, utamanya pemuda dan mereka sangat aktif di media sosial."

"Personal branding yang dimaksudkan ialah dengan jadi diri sendiri, jangan copy paste karakter orang lain," ungkap Rahma Shanti pada gelaran Ngopi Bareng #BungFK di Kedai Tiga Nyonya, Sabtu (11/8/2018).

Diskusi dengan tema "Pemuda Hadapi Pileg 2019" ini menghadirkan narasumber Komunikasi Politik Rahma Shanti, Praktiksi Survey (Wakil Ketua IKA FISIP Unsri) Bambang Yusantra, Pengamat Politik Tatanegara FH Unsri Dedeng Zawawi, SH, MH dan Ketua GEMA Hanura Sumsel Qodri Usman, SP dan moderator #BungFK (FatKurohman S.Sos).

Ketua GEMA Hanura Sumsel, Qodri Usman SP mengatakan, masyarakat dan utamanya pemuda saat ini membutuhkan masukan berupa pandangan agar dapat berperan memberikan hal-hal yang bermanfaat dalam jangka panjang misalnya dengan adanya proses-pembangunan terhadap fasilitas umum seperti jalan.

Ketika informasi tentang pembangunan dari pemerintah tersumbat maka seorang legislator harus jadi penghubung yang dapat membuka informasi yang tersumbat, padahal sudah dianggarkan oleh pembangunan dalam hal proses pembangunan.

"Saya ingin turun ke lapangan untuk mendengarkan apa yang masyarakat butuhkan dan berusaha untuk membuka peluang apa yang dapat dibangun."

"Saya menemui mulai dari RT dan yang saya tawarkan bukan uang atau menang dengan memanfaatkan segala cara tapi saya ingin menang dengan rakyat dan menyerap apa yg masyarat inginkan misalnya dengan pembangunan jalan ataupun fasilitas umum."

"Duduk di parlemen itu harus tahu permasalahan di masyarakat apa."

"Percuma saja dia duduk kalau tidak bisa memahami kebutuhan masyarakat," kata Qodri.

Bambang Yusantra sendiri mwnyebut di indonesia identifikasi partai politik masih rendah, sehingga pemuda memiliki kelompok umur dan berperan besar agar
kecenderungan memilih ada 3 kategori (perasaan, primordial atau kedekatan, dan masalah dompet terkait kebutuhan lapangan kerja).

"Kegalauan anak muda adalah ada di potensi ekonomi karena tingkat pengangguran di sumsel rendah dan problem ini."

"Tidak bisa menggaet pemilih muda dengan parpol tapi dengan personal, rajin turun ke bawah, mendengarkan aspirasi."

"Caleg harus punya tim agar dapat mengobservasi dan mengenalkan caleg yang terkait ke masyarakat luas," pungkasnya.

===

Baca: Menteri Puan Maharani : Kita Siap Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018

Baca: Astra Honda Motor Raih 19 Penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2018

Baca: Indonesia Juara 1 Piala AFF U-16 2018, Ini Perjuangan Sengit Garuda Muda Kalahkan Thailand

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved