Kisah Istri Pertama Soekarno 2 Tahun Nikah Masih Suci Tak Disentuh, Media Barat Protes Tahu Sebabnya
Menurut Giebels, Oetari yang secara fisik memiliki daya tarik dan masih muda tidak mungkin didiamkan Soekarno.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM - Kisah hidup sang proklamator sepertinya tak pernah habis untuk dikupas.
Banyak pelajaran dan cerita yang dapat diambil pelajaran dari cara hidup Presiden pertama Indonesia ini.
Ir Soekarno tak cuma dikenal sebagai orator ulung yang disegani oleh kawan maupun lawan Ia juga dikenal digandrungi para wanita cantik.
Nama Soekarno memang sering dikaitkan dengan para wanita cantik.
Semasa hidup Soekarno disebut telah memiliki 9 Istri.
Baca: Rahasia Soekarno dan Kesukaannya Dikuak Presiden Rusia di Buku, Berdansa hingga Nyaris Pingsan
Baca: Punya 9 Istri, Cuma Wanita Cantik Ini Cinta Mati Soekarno Sampai Berpesan Dikuburkan Satu Lubang
Satu diantara istrinya yang jarang orang tahu yakni Siti Oetari.
Pada 1921 Sukarno menikahi Siti Oetari, putri kesayangan gurunya, HOS Tjokroaminoto.
Pernikahan ini hanya bertahan dua tahun, karena mereka bercerai pada 1923.
Soekarno bercerita, cintanya kepada Oetari sebenarnya bukan cinta seorang pria kepada wanita.
Namun lebih kepada rasa sayang seorang kakak kepada adiknya.
Baca: Hasil Liga Inggris - Menang dari Leicester 2-1 Manchester United Puncaki Klasemen
Baca: Sriwijaya FC Manfaatkan Tuah Kota Padang, Pelatih Madura United: Ini Tempat Netral

Dalam pengakuannya yang lain, seperti dituturkan Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Soekarno mengatakan, pernikahannya tersebut terjadi atas dasar balas budi terhadap Tjokroaminoto.
“Kami memilih kawin gantung. Orang Indonesia menjalankan cara ini karena beberapa alasan. Dalam hal kami, aku belum berniat hidup sebagai suami-istri, karena dia (Oetari) masih kanak-kanak,” cerita Bung Karno.
Ikhwal mula terjadinya pernikahan itu adalah ketika Istri Tjoktroaminoto meninggal dunia.
Tjokroaminoto sangat berduka.