Berita Prabumulih

Dinilai Biang Macet, Delapan Lapak Pedagang di Kota Prabumulih Dibongkar Pol PP

Marni, yang merupakan keluarga dari pedagang di Kota Prabumulih mengaku sedikit kecewa

Dinilai Biang Macet, Delapan Lapak Pedagang di Kota Prabumulih Dibongkar Pol PP
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON BASTARI
Para pedagang bersama keluarga ketika membongkar sendiri lapak jualan di samping PTM 2 kota Prabumulih, Jumat (3/8/2018) malam. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH – Sebanyak delapan lapak milik pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di kiri dan kanan gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) 2, dibongkar petugas gabungan Satpol PP, Polres Prabumulih dan Sub Denpom Prabumulih, pada Jumat (3/8/2018) malam.

Pembongkaran lapak pedagang itu lantaran dinilai menjadi biang kemacetan di kota Prabumulih karena didirikan di bahu jalan dan membuat jalan menjadi sempit.

Tidak ada perlawanan dalam penertiban lapak para pedagang tersebut.

Bahkan beberapa pedagang yang mengetahui adanya penertiban melakukan pembongkaran sendiri lapak dibantu para kerabat.

Baca: Jasad Bandit Kelas Kakap Bertato dan Jimat Kulit Harimau, Baru Ditemukan 2 Hari Setelah Ditembak

Puluhan petugas Satpol PP dibantu pihak kepolisian dan TNI mengawal ketat pembongkaran lapak dagangan itu oleh para pedagang.

"Malam ini kita lakukan penertiban lapak pedagang di sisi kanan dan kiri PTM karena mengganggu dan membuat jalan sudirman menyempit dan membuat kemacetan," ungkap Kepala Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkot Prabumulih, Drs Aris Priadi ketika dibincangi.

Aris mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran pihaknya telah memberikan beberapa kali peringatan kepada para pedagang melalui surat resmi namun tidak ada respon dan belum membongkar lapak.

"Sesuai aturan mereka menyalahi dalam berjualan untuk itu kita sudah beberapa kali layangkan surat peringatan tapi tetap tidak digubris makanya kita lakukan penertiban," katanya.

Baca: Perumnas Palembang Targetkan Jual 750 Unit Rumah di Talang Keramat

Disinggung bagaimana dengan puluhan lapak pedagang yang masih berjualan di trotoar dan jalan lainnya, Aris menuturkan penertiban pertama itu terlebih dahulu terhadap 8 lapak pedagang namun selanjutnya secara bertahap penertiban dilakukan terhadap seluruh pedagang yang berjualan di trotoar.

"Sementara ini terhadap 8 pedagang ini dulu karena mereka sudah masuk bahu jalan, namun kedepan untuk pedagang yang berjualan di trotoar jika PTM 2 sudah difungsikan mereka harus masuk jika tidak akan kita tertibkan," tegasnya.

Marni, yang merupakan keluarga dari pedagang ketika dibincangi di sela-sela pembongkaran mengaku sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan Satpol PP tersebut disebabkan mendadak.

Baca: Kisah Moeng Prahadimulyo, Komandan Kopassus yang Telan Telur Ular Sanca Mentah Dihadapan Prajurit

"Memang sudah ada pemberitahuan tapi hendaknya sebelum dibongkar dikasih tau dulu agar tidak gelabakan bongkar lapak, tiba-tiba malam mau dibongkar, untung cepat tau jadi bisa bongkar sendiri," katanya.

Ibu tersebut mengatakan, hendaknya juga petugas jangan pilih kasih karena ada yang dibongkar dan ada yang tidak, padahal hampir seluruh pedagang berjualan di trotoar dan hampir masuk badan jalan.

"Pemerintah jangan pilih kasih, kalau mau dibongkar harusnya semua dibongkar, jangan hanya keluarga kami saja sehingga kawasan pasar bersih dan rapi," harapnya. (Tribunsumsel.com/Edison Bastari)

Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved