Berita Palembang

Kasus Saldo Tabungan Berkurang Ternyata karena Kelalaian Pemilik Kartu ATM

Setelah dikonfirmasi ke pihak BNI, Vei mengakui, saldo tabungannya berkurang itu karena ditarik oleh kerabatnya (kakak ipar).

Kasus Saldo Tabungan Berkurang Ternyata karena Kelalaian Pemilik Kartu ATM
IST
Mesin Atm. 

Laporan wartawan sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terkait laporan Sri Pebriandi alias Vei (33) mengenai saldo tabungannya di BNI hilang atau berkurang, diakui Vei merupakan karena kelalaiannya sendiri.

Setelah dikonfirmasi ke pihak BNI, Vei mengakui, bahwa saldo tabungannya berkurang itu memang ditarik oleh kerabatnya (kakak ipar) tanpa sepengetahuannya.

"Saya klarifikasi atas masalah ini memang karena kelalaian saya. Pihak BNI sudah membantu dan menjelaskan semuanya, bahwa memang ada transaksi penarikan uang di ATM oleh kakak ipar saya. Hanya saja pada waktu itu, saya tidak mengetahuinya. Jadi ini murni kelalaian saya," ujar Vei, Rabu (11/9).

Lanjutnya, kejadian hilangnya uang tersebut memang terbukti akibat kelalaiannya menyimpan nomor PIN ATM di kertas yang ada di dalam dompetnya.

Vei pun sangat berterima kasih pada pihak BNI yang telah membantunya dalam pemasalahan yang dihadapinya.

"Jadi saya itu tidak melaporkan pihak BNI, justru saya sangat terima kasih kepada pihak BNI. Jadi dalam masalah ini, tidak ada saya melaporkan BNI. Ini murni kelalaian saya," ujar Vei.

Head of Bussiness Consumer BNI Wilayah Palembang Anak Agung Gede Putra menyatakan, telah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV di ATM dan disimpulkan bukan kasus skimming.

Dia menjelaskan, penarikan uang atau transaksi via ATM bisa dicek siapa pelakunya karena setiap ATM memiliki snapshot dan CCTV. “Kita sudah memeriksa CCTV dan telusuri CCTV-nya pada estimasi waktu transaksi,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengundang nasabah untuk melihat rekaman CCTV. Ia mengungkapkan, dari hasil penelusuran, BNI menyimpulkan ini bukan kasus skimming.

"Ada dua transaksi yang terjadi, yakni penarikan di ATM BNI dan BRI. Jejak transaksi menunjukkan bahwa kartu ATM tersebut hadir saat penarikan uang,” urainya.

Menurutnya, kasus seperti ini biasa terjadi. Namun, kebanyakan terjadi akibat keluarga dan kerabat sendiri. Yakni orang terdekat nasabah yang bisa menjangkau kartu ATM dan mengetahui password ATM.

Sebab uang tidak bisa tiba-tiba lenyap atau ditarik tanpa menggunakan kartu ATM.

“Dari hasil ini didapatkan ada pelakunya. Kita juga sudah tunjukkan dan berikan rekamannya pada nasabah. Orangnya ada, kartunya ada saat transaksi. Ini murni kelalaian nasabah karena PIN ATM sifatnya merupakan rahasia,” ungkapnya.

Rencananya Vei akan melakukan penarikan berkas laporan yang telah dibuatnya pada Kamis besok di Polresta Palembang. (mg2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help