Berita Palembang

214 Hotspot Terpantau, Puncak Kemarau Diprediksi Bareng Asian Games Ini Tindakan Pemprov Sumsel

Pada bulan Agustus hingga September atau tepatnya berbarengan dengan event empat tahunan tersebut diprediksi oleh BMKG merupakan titik puncak

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Siti Olisa
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Petugas pemadam dari APP Sinar Mas melakukan simulasi pemadaman karhutla, Senin (14/5/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tantangan besar berada di pundak pemerintah Sumsel jelang bergulirnya perhelatan Asian Games 2018 di kota Palembang.

Pada bulan Agustus hingga September atau tepatnya berbarengan dengan event empat tahunan tersebut diprediksi oleh BMKG merupakan titik puncak kemarau di Bumi Sriwijaya.

Asisten 1 bidang Kesra Pemprov Sumsel, Akhmad Najib mengatakan potensi asap jelas menjadi perhatian serius pihaknya.

Sebab, apabila terjadi bencana kabut asap seperti dua tahun silam, bukan saja nama Sumsel yang bakal tercoreng tetapi juga Indonesia pada umumnya.

Ia menegaskan, pencegahan bencana ini pun harus segera dilakukan. Karena itu, kordinasi atar stakeholder setiap daerah secara terarah untuk menanggulangi bencana dan pencegahan sejak dini

"Kita harus ciptakan zerro hot spot, apalagi Puncak kemarau bertepatan dengan Asian Games. Kita harus bisa mengajak masyarakat seluas-luasnya, untuk tidak terjadi lagi kabut asap," ujarnya saat rapat penyusunan Rencana Kontijensi Menghadapi Ancama Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel, Hotel Aryaduta (4/7/2018).

Selain imbauan untuk tak membakar lahan dan hutan, Najib juga menyerukan agar memberikan sanksi tegas kepada para pelaku.

Adapun fokus perhatian pihaknya meliputi beberapa daerah di Sumsel seperti OKI,Musi banyuasin, Ogan Ilir, dan daerah-daerah lain yang punya terjadinya karhutla.

"Sebenarnya sanksi sudah dijalankan, tetapi memang sedikit kurang tegas. Jadi kita tidak bisa main-main lagi untuk menciptakan zerro hotspot di Sumsel," tegas Najib

Sekertaris BPBD Sumsel, Yana Pardiana menambahkan rapat kordinasi yang dilakukan antara seluruh stakeholder dan instansi terkit diharapakan bisa menemukan rencana terbaik dalam mencegah terjadinya bencana asap.

Terkait bencana karhutla pada tahun ini diakuinya hingga bulan Juni sudah ditemukan sekitar 214 titik api di beberapa daerah seperti OKI, OI, dan Pali.

"Lalu ada sebagaian juga di Muara Enim, Belida, semuanya masih termonitor dan masih dalam taraf rendah dibanding tahun sebelumnya . Semua ini menjadi perhatian khusus kita, atau ring satu. Karena udara yang masuk saat ini banyak masuk dari tenggara, timur dan selatan. Menjadi rawan, karena semua ini angin berhembus semua mengarah ke Palembang," ungkap Yana.

Baca: Laporannya Lamban dan Tak ada Titik Terang, Mang Remi Propamkan Penyidik ke Polda Sumsel

Baca: Molor, Jembatan Musi VI Tidak Selesai Sebelum Asian Games, Ini Jumlah Lahan Belum Dibebaskan

Baca: Perkuat Poros Maritim, Indonesia Aktif Dalam Perumusan Standar Internasional

Baca: KPU OKU Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pilgub

Baca: KPU OKU Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pilgub

Baca: Jalan OKU Timur Rusak Parah. Warga Belitang : Kami Berharap Dengan Pak Deru

Baca: Karam di Perairan Selayar, Nahkoda KMP Lestari Maju Paling Terakhir Dievakuasi Basarnas

Baca: Kisah Kylee, Remaja yang Bertemu Keluarganya Lagi Usai15 Tahun Terpisah dan Dibawa ke Amerika

Baca: Makanan Kekinian Anak Muda di Palembang, Buah Mangga Berbentuk Bunga Mawar

Baca: Makanan Kekinian Anak Muda di Palembang, Buah Mangga Berbentuk Bunga Mawar

Baca: Tanggapi Aksi Walk Out Paslon Saat Pleno, KPU Palembang Tegaskan Ini Soal Pemiliha Suara Ulang

Baca: Gubernur Sumsel Alex Noerdin Yakin Unsri Segera Menjadi World Class University

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved