Berita Pagaralam

Tradisi Usai Lebaran, Harga Ayam Pramuka di Pagaralam 'Meroket' 100 Persen 

Sudah menjadi tradisi setiap tahun di Kota Pagaralam dan sekitarnya. Sebab, setiap usai hari raya baik itu Idul Fitri dan Idul

Tradisi Usai Lebaran, Harga Ayam Pramuka di Pagaralam 'Meroket' 100 Persen 
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak sejumlah warga Kota Pagaralam banyak yang membeli ayam pramuka yang akan dijadikan bawaan untuk kerumah warga hajatan, Minggu (24/6/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Sudah menjadi tradisi setiap tahun di Kota Pagaralam dan sekitarnya. Sebab, setiap usai hari raya baik itu Idul Fitri dan Idul Adha kesibukan masyarakat Kota Pagaralam bukan berkurang namun bertambah.

Pasalnya setiap usai lebaran di Pagaralam akan ada musiman acara hajatan. Mulai hajatan pernikahan sampai hajatan syukuran pergi haji.

Kondisi ini membuat bebetapa harga komuditi yang ada di Pagaralam bukannya turun namun malah mengalami kenaikkan yang cukup signifikan.

Seperti yang terjadi diharga ayam pramuka dan ayam potong. Dua komiditi ini mengalami kenailkan hampir 100 persen. Betapa tidak, sebelumnya harga ayam pramuka atau ayam petelur hanya Rp 35.000 perekor namun saat ini harganya mencapai Rp 50.000 perekor.

Baca: KPU Pagaralam Mulai Distribusikan Logistik Kelengkapan Pilkada Serentak 2018

Kondisi lebih parah terjadi diharga ayam potong atau yang sering disebut warga ayam putih. Sebelumnya harga ayam ini hanya Rp 35.000 perkilogram saat ini mencapai Rp 60.000 perkilogram.

Pantauan sripoku.com, Minggu (24/6/2018) meskipuj harga ayam pramuka naik cukup tinggi, namun warga masih tetap banyak membeli ayam tersebut.

Namum bukan untuk dikonsumsi melainkan menjadi buah tangan atau bawaan warga yang akan menghadiri acara hajatan.

Puspita (30) salah satu warga yang sedang membeli ayam pramuka mengatakan, sangat terkejut dengan kenaikkan harga ayam pramuka usai lebaran ini.

Baca: Usai Libur Panjang, ASN Pagaralam Diajak Wako Bersih-Bersih Kawasan Wisata Pagaralam

"Ini bukan naik harga pak, tapi berubah harga. Pasalnya sebelumnya ayam ini hanya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu perekor namun saat ini harganya Rp 50 ribu," katanya, Minggu.

Hal ini kerap terjadi saat usai lebaran dan memasuki musim hajatan di Pagaralam. Warga berharap pemerintah mencari penyebab kenaikkan harga ayam pramuka dan potong ini.

"Seharusnya pemerintah yang harus turun tangan untuk mengontrol harga ayam ini. Pasalnya sudah tidak wajar jika harganya bisa mengalami kenaikkan sampai hampir 100 persen," ujarnya.

Baca: Kapolda Sumsel Ancam Copot Anggota Polres Pagaralam yang tidak Netral di Pemilihan Walikota

Kepala Disperindagkop Kota Pagaralam, Saidi Amrullah mengatakan, pihaknya akan menerjunkan petugas untuk menyidak dan mencari penyebab kenaikkan harga ayam pramuka dan potong di pasar Kota Pagaralam.

"Kita akan cek langsung kelapangan dan kesejumlah agen ayam apa penyebab kenaikkan harga ayam ini. Hal ini kita lakukan untuk mengetahui jika kenaikkan ini bukan ulah oknum-oknum tertentu saja," tegasnya. 

Baca: Kapolda Sumsel Ancam Copot Anggota Polres Pagaralam yang tidak Netral di Pemilihan Walikota

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help