Berita Palembang

Tahun 2018 Semua Sekolah SMK Bebas Zonasi, Penerimaan dan Ujian Peserta Pada Tanggal Ini

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah

Tahun 2018 Semua Sekolah SMK Bebas Zonasi, Penerimaan dan Ujian Peserta Pada Tanggal Ini
SRIPOKU.COM/ZAINI
Sejumlah siswa baru SMKN 2 Palembang merayap di bawah jaring laba-laba pada program masa orientasi sekolah (MOS) di halaman sekolah SMK 2 Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Sabtu (31/8/2013). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2018 terbebas dari aturan zonasi.

Kepala Bidang (SMK) Disdik Provinsi Sumsel, Erlina mengungkapkan, pelaksanaan PPDB SMK sendiri bakal dibuka pada 27 Juni 2018 mendatang, namun karena bertepatan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Sumsel sehingga sekolah menggeser pelaksanaan menjadi tanggal 24-26 Juni 2018.

“Sekolah dipersilahkan membuka PPDB pada 24-26 Juni. Sedangkan untuk pelaksanaan tes masuk dilakukan pada 30 Juni 2018,” ungkapnya kepada Sripoku.com, Rabu (13/6/2018).

Erlina menjelaskan, jumlah SMK Negeri dan SMK Swasta di Provinsi Sumsel saat ini sebanyak 80 sekolah yakni Sembilan SMKN dan 71 SMK Swasta yang tersebar di 17 Kabupaten/kota.

Semua SMK tersebut terbebas dari aturan zonasi yang baru dikeluarkan pemerintah pusat seperti halnya yang berlaku bagi Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Walaupun SMA tahun ini sudah menggunakan zonasi tapi untuk SMK tetap bebas alias tidak ikut dengan aturan baru tersebut. Jadi semua siswa dari manapun bisa mendaftar dan ikut tes di SMKN manapun di Sumsel,” jelasnya.

Alasan bebas zonasi ini sendiri dikarenakan SMK merupakan sekolah yang memiliki program keahlian yang disesuaikan dengan bakat dan minat siswa. Jadi apabila memang sesuai dengan jurusan yang diinginkn silahkan mendaftar.

"Banyak sekali program keahlian yang ditawarkan SMK. Biasanya masing-masing SMK punya keunggulan program sendiri. Maka itu kita berlakukan bebas rayon," ungkapnya.

Kendati demikian, Erlina mengimbau pada siswa dan orangtua agar tidak memaksanakan kehendak untuk masuk di SMK tertentu jika dalam pelaksanaan tes PPDB dinyatakan tidak lulus.

Selain itu, orang tua siswa juga diingatkan untuk tidak mempercayai pada pihak manapun jika ada yang menawarkan dan menjamin masuk di SMK tertentu.

“Cukup datang, ikuti tes dan jangan percaya dengan orang lain. Apalagi menggunakan cara yang tidak dibenarkan sebab akan merugikan mereka sendiri dan menzolimi orang banyak,” tegasnya. 

Baca: Julen Lopetegui Ternyata Penggemar Berat Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Siap Hengkang?

Baca: Berani Bungkam Mulut Pangeran George, Ini 6 Fakta Menarik Savannah Philips, No Tak 5 Punyai Hal Ini

Baca: Meski Terlihat Sopan, Ternyata Sederat Pakaian Kate Middleton Ini Langgar Aturan Kerajaan Inggris!

Baca: Jelang Lebaran, Bengkel Mobil di Lubuklinggau Ramai Dikunjungi Hingga Pemudik 

Baca: Pertemuan ke Singapura dengan Trump, Kim Jong Un Bawa Toilet Pribadi? Ini Rahasia Besar yang Dijaga

Baca: Petugas DLHK Palembang Ngeluh, Klaim Servis Mobil & Ganti Oli Pakai Uang Sendiri

Penulis: Yuliani
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help